TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di GOR Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, Sabtu (22/3/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 148 peserta yang terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) Ranting PDI Perjuangan di wilayah Kecamatan Pakel, Besuki dan Bandung.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Sodik Purnomo, mengatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik (parpol) yang konsisten memberikan pendidikan politik di masyarakat.
Menurutnya, jika ada parpol yang tidak melakukan pendidikan politik dan hanya mencatat nama dan alamat masyarakat saat kontestasi pemilu, kemudian diberikan amplop, itu bukan parpol, tapi upaya membodohi masyarakat.
“Salah satu pendidikan politik yang saat ini kita lakukan, adalah menjelaskan kondisi pangan nasional,” ujar Sodik.
Ia menambahkan, untuk menjaga NKRI, semua masyarakat tidak harus menjadi polisi atau TNI, tapi melakukan gerakan mewujudkan ketahanan pangan. Karena itu, menjadi petani yang baik adalah bagian dari menjaga kedaulatan NKRI.
Jika generasi muda, tambahnya, sudah tidak mau lagi menjadi petani dan menganggap bahwa petani itu tidak penting, maka kedaulatan NKRI akan terancam.
“PDI Perjuangan saat ini konsentrasi melakukan gerakan kemandirian pangan untuk mewujudkan swasembada pangan menuju kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sodik menjelaskan, salah satu cara mewujudkan kemandirian pangan, khususnya di Tulungagung, adalah mengembangkan komoditas pangan alternatif pendamping beras, yaitu sorgum.
Gerakan pengembangan komoditas sorgum diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat petani. Tanaman sorgum hanya butuh tanam satu kali, tapi bisa dipanen empat kali. Hampir seluruh bagian dari tanaman sorgum bisa dimanfaatkan.
“Jika kader PDI Perjuangan bisa mengembangkan sorgum, tentu ketahanan dan kemandirian pangan di Kabupaten Tulungagung bisa diwujudkan,” tuturnya. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS