
JAKARTA – DPP PDI Perjuangan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), membahas hal-hal strategis terkait politik dan hukum bersama sejumlah pakar. Adapun yang diundang antara lain, Mahmud MD, Bambang Kesowo, dan Gayus Lumbuun.
“Kami terus berdialog dengan para pakar. Partai sesuai kebijakan ketua umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, memperkuat tradisi intelektualnya, memelopori tugas pembelajaran partai,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (18/6/2019).
Hasto menyebut, pembahasan isu strategis ini sebagai persiapan untuk Kongres V PDIP yang rencananya dilaksanakan selama 8-10 Agustus di Bali. Hasto menerangkan apa yang dibahas tersebut, juga dirancang dengan melihat berbagai persoalan hukum saat ini.
Menurut dia, semua itu dirancang melalui pendekatan ideologis, konstitusional, sosiologis, hingga pada sistem harmonisasi, tranformasi kelembagaan. Juga mengambil referensi dari berbagai undang-undang.
“Kesemuanya akan dituangkan dalam sikap politik dan program perjuangan partai untuk diputuskan dalam Kongres V PDIP,” ungkap Hasto.
Dia mengatakan, desain politik-hukum PDIP ini bertitik tolak dari Pancasila sebagai ideologi negara, dasar dan tujuan bernegara, pandangan hidup bangsa, the way of life. Apalagi, lanjut Hasto, Pancasila adalah jiwa dan kepribadian bangsa dalam prinsip Gotong Royong.
“Politik hukum membumikan Pancasila ini ditujukan untuk mencapai tujuan bernegara seperti melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan aktif dalam membangun persaudaraan dunia,” paparnya.
Sementara itu, politisi PDIP Eva Sundari mengatakan, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar Rabu (19/6/2019), kemungkinan Presiden Joko Widodo akan hadir. “Kayanya iya, kan dia kader,” kata Eva saat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Eva juga mengatakan, Rakernas akan digelar di Gedung DPP PDI Perjuangan Jakarta dan dihadiri oleh pengurus partai mulai dari tingkat Provinsi dan pengurus DPP pusat pada siang harinya.
Selanjutnya, Eva mengatakan, Rakernas akan membahas evaluasi terkait hasil Pemilu dan sosialisasi Kongres V kepada pengurus partai tingkat provinsi.
“Rakernas itu kan satu evaluasi, kedua sosialisasi Kongres. Biasanya isu-isu yang strategis akan dibuka besok,” jelasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










