oleh

Pererat Silaturahmi, Kusnadi Hadiri Bukber PWNU Jatim

-Kronik-49 kali dibaca

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi menghadiri undangan buka puasa bersama yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa (4/5/2021).

Acara buka bersama (bukber) yang juga dihadiri jajaran forkopimda Provinsi Jawa Timur ini menurut Kusnadi sebagai bagian untuk mempererat silaturahmi dengan Nahdlatul Ulama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Saya menghadiri undangan ini sebagai upaya untuk semakin mempererat silaturahmi dan semakin menyambung rasa antara hati ke hati yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” terang pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar dalam sambutannya di acara tersebut di antaranya berpesan, agar semuanya terus berkomitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, menjaga keutuhan NKRI merupakan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah didapatkan rakyat Indonesia, serta wujud nasionalisme dan cinta tanah air. 

“Asal Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh, tetap berdaulat, tetap rukun, tetap aman, tetap damai, asal bisa seperti itu insya Allah khususnya umat Islam akan baik-baik saja,” kata salah satu Kiai Khos di Jawa Timur ini.

Sambil mengutip kata-kata Bung Karno, pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang ini  memaparkan bahwa wajib hukumnya menjaga keutuhan negara.

Bahkan menurutnya tidak boleh ada yang perlu dianaktirikan antara agama dan negara, keduanya merupakan hal yang mutlak untuk terus dijaga. 

“Kata Bung Karno, Jangan sampai yang nasionalis terlalu kenasionalisannya akhirnya sekuler. Yang beragama, Jangan mabuk dengan agamanya lalu atas alasan dengan kedok agamanya kemudian memporak-porandakan persatuan, menghancurkan NKRI, jangan,” tandas Kiai Marzuki.

“NKRI tanpa agama tidak barokah, dan agama tanpa utuhnya NKRI juga tidak bisa jalan seperti yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah. Sekali lagi kita tetap berkomitmen jaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan jaga NKRI harga mati,” tutup Kiai Marzuki. (rul/pr)