Senin
29 Juni 2026 | 11 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Penulisan Ulang Sejarah RI Hapus Istilah ‘Orde Lama’, Puan: Jangan Sampai Ada yang Dihilangkan dan Tersakiti

pdip-jatim-250528-PM-konpers-2

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal penulisan ulang sejarah Indonesia yang akan menghapus istilah ‘Orde Lama’. Dia menilai, apapun perbaruan kalimat dalam buku yang baru, jangan sampai ada peristiwa sejarah yang dihilangkan.

“Ya itu apapun kalimatnya, apapun kejadiannya jangan sampai ada yang tersakiti, jangan sampai ada yang dihilangkan karena sejarah tetap sejarah. Jadi harus dikaji dengan baik dan dilakukan dengan hati-hati,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Dia menekankan, penulisan ulang sejarah nasional harus dilakukan secara hati-hati, transparan dan tak terburu buru.

“Dan jangan kemudian menghapus sejarah yang ada walaupun itu pahit namun harus disampaikan dengan transparan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Mengutip pernyataan Presiden pertama sekaligus Proklamator RI Soekarno, Puan mengingatkan bahwa bangsa ini jangan sekali-kali melupakan sejarah. “Jadi Jas Merah, jangan sekali kali melupakan sejarah,” tegas Puan

“Kalau memang ingin diperbaiki silakan, namun namanya sejarah apakah itu pahit ataukah baik ya kalau memang harus diulang ya diulang dengan sebaik-baiknya,” imbuh cucu Soekarno itu.

Puan juga mengingatkan agar penulisan ulang sejarah Indonesia harus membuka partisipasi publik. Dia minta pemerintah mendengarkan masukan dan aspirasi dari seluruh elemen bangsa.

“Jangan sampai terburu buru, namun nanti melanggar aturan dan mekanisme,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkap alasan tak ada istilah Orde Lama (Orla) dalam 10 jilid buku penulisan ulang sejarah Indonesia yang sedang dikerjakan. Alasannya selama ini pemerintah sebelum Orde Baru (Orba) tidak pernah mengatakan sebagai Orde Lama.

“Jadi sebenarnya itu para sejarawan yang membuat ya, kalau kita lihat istilah Orde Lama, pemerintahan Orde Lama, tidak pernah menyebut dirinya Orde Lama, kalau Orde Baru memang menyebut itu adalah Orde Baru,” ungkap Fadli usai rapat di Komisi X DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).

Menurut Fadli, perubahan istilah itu dilakukan agar perspektif yang digunakan dalam sejarah baru lebih netral dan inklusif.

Dalam rapat bersama Komisi X DPR kemarin, Fadli juga mengungkap enam faktor yang membuat penulisan ulang sejarah Indonesia harus dilakukan. Pertama adalah menghapus bias kolonial dan menegaskan perspektif Indonesia-sentris.

Kedua, sejarah Indonesia akan ditulis ulang untuk menjawab tantangan terbaru. Ketiga, untuk membentuk identitas nasional yang kuat. Keempat, menegaskan otonomi sejarah, sejarah otonom. Kelima, relevansi untuk generasi muda.

“Dan (keenam), reinventing Indonesian identity (menemukan kembali identitas Indonesia),” tandasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Jaranan Shenterewe Tulungagung 2026, Wadah Ekspresi Seniman Muda

TULUNGAGUNG – Festival Jaranan Shenterewe 2026 yang diselenggarakan di lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, ...
KABAR CABANG

Didik Gatot Usul Penerima MBG Dievaluasi, Daerah Mapan Bisa Dialihkan ke Bantuan Pendidikan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengusulkan evaluasi sasaran Program Makan Bergizi ...
KABAR CABANG

Doa Bersama untuk Bung Karno, DPC Ponorogo: Semoga Kader Partai Mampu Warisi Api Perjuangannya

PONOROGO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, ...
KRONIK

Magetan Diartikan Rocky Gerung: Marhaen Geregetan

MAGETAN – Akademisi Rocky Gerung datang di Magetan, Minggu (28/6/2026). Kesenian Reog Ponorogo menyambut kedatangan ...
KRONIK

Gus Falah: Regulasi Tegas Terhadap LGBT Selaras dengan Pancasila ‎

‎JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, menyatakan bahwa regulasi yang memuat sanksi hukum ...
KABAR CABANG

Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di DPC Magetan

MAGETAN – Dalam rangka memeriahkan Puncak Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan ...