oleh

Peningkatan Elektabilitas Ahok-Djarot Sudah Diprediksi

JAKARTA – PDI Perjuangan sudah memprediksi, elektabilitas pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Syaiful Hidayat meningkat usai debat pertama KPU DKI.

“Ini sebenarnya hasil pemaparan setelah debat, ini sesuai dengan kami harapkan, sesuai dengan prediksi,” kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, di kantor lembagai survei Populi Center, Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Hal ini disampaikan Eriko, menanggapi hasil penelitian Populi Center yang melakukan survei pasca gelar debat pertama pasangan calon yang berlaga dalam Pilkada DKI 2017. Hasil survei yang dirilis kemarin menyebutkan, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot 36,7 persen, unggul atas dua pasangan lainnya.

Eriko optimistiss, debat cagub-cawagub DKI kedua dan ketiga akan membuat elektabilitas Ahok-Djarot lebih terdongkrak.

Dia menyebutkan, seminggu jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, menjadi momen penting bagi Ahok-Djarot mengambil suara swing voters. Menurutnya, tidak mudah memenangkan Pilkada DKI Jakarta dalam satu putaran. Sementara, swing voters menunggu hasil debat.

“Karena masyarakat DKI realistis kami keliling di lapangan. Dari kepengurusan kita sampai di tingkat RW. Kami melihat disana peluang kami cukup besar,” jelasnya.

Sementara itu, hasil survei Populi Center menyebutkan, pasangan Ahok-Djarot unggul atas dua pasangan lainnya dengan elektabilitas 36,7 persen.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di peringkat kedua dengan elektabilitas 28,5 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di peringkat terakhir dengan elektabilitas 25 persen.

Dalam rilis yang dikutip dari situs populicenter.org, Minggu (22/1), terdapat temuan yang menarik, yakni terjadi peningkatan undecided voters dari 8,5 persen pada Desember 2016 menjadi 9,8 persen pascadebat pertama.

“Peningkatan undecided voters pascadebat dapat memberi sinyal positif, karena debat membuat pemilih menjadi rasional dan cenderung wait and see terhadap performa seluruh kandidat di debat kedua dan ketiga, khususnya dalam menjawab pertanyaan seputar isu yang perlu diselesaikan di Jakarta, dalam bentuk format jawaban program yang implementatif dan tidak sekadar wacana semata,” demikian Populi Center.

Menurut Populi Center, masyarakat DKI Jakarta semakin rasional karena visi misi dan program pasangan kandidat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan dukungan terhadap pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta, yakni sebeesar 49,2 persen. Kriteria lain yang digunakan untuk memilih pemimpin di Jakarta adalah sifat dan gaya kepemimpinan (18 persen) dan tingkat kesukaan terhadap cagub/cawagub (17,7 persen).

Survei Populi Center dilakukan 14-19 Januari 2017 melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden di enam wilayah DKI Jakarta, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error plus-minus 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (goek)

rekening gotong royong