SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya telah menyusun skema vaksinasi booster untuk warga lanjut usia dan kelompok rentan. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, Rabu (12/1/2022).
Menurut Armuji, sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo, vaksin booster ini akan diutamakan untuk kelompok lansia dan rentan guna mengantisipasi mutasi virus Covid-19 dalam berbagai varian.
“Saat ini Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinkes telah menyusun skema vaksin booster untuk lansia dan kelompok rentan, sembari menunggu kedatangan stok vaksin dari Pusat,” tegas Armuji.
“Dengan tingginya persentase warga yang telah di vaksin dosis pertama maupun dosis kedua, Kota Surabaya siap untuk menerima vaksin ketiga atau vaksin booster bagi warga,” imbuh wakil wali kota kader PDI Perjuangan ini.
Berdasarkan Dashboard Vaksin Kementrian Kesehatan, capaian vaksinasi di Surabaya telah melampaui target nasional. Tercatat dosis pertama mencapai 2.847.174 atau setara 128,36 persen dan dosis kedua mencapai 2.263.572 atau 102,05 persen.
Armuji mengatakan, ada sejumlah teknis yang saat ini menunggu arahan dari pemerintah pusat. Diantaranya, jumlah stok vaksin yang diberikan kepada masing-masing daerah, waktu kedatangan vaksin, jenis vaksin hingga teknis vaksinasi untuk masing-masing kategori.
Sementara untuk kasus Covid-19 di Surabaya, per 11 Januari 2022 terdapat 7 kasus aktif, kumulatif angka positif sebesar 67.096, kesembuhan mencapai 64.531 dan meninggal 2.558.
Asmuji bersyukur, pasca tahun baru 2022 di Kota Surabaya tidak ada lonjakan kasus karena masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Sehingga kondisi demikian mendukung agenda pemulihan ekonomi yang telah dicanangkan.
“Kita bersyukur memasuki Minggu kedua bulan Januari tidak ada lonjakan berarti, optimis pemulihan ekonomi rek,” pungkasnya. (nia/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS