SURABAYA – Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, memuji capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya yang secara optimal dan mampu meminimalisir kebocoran melalui sistem digital.
“Kami berharap bisa belajar banyak dari Pemerintah Kota Surabaya yang capaian PAD-nya sangat tinggi, sehingga target dan realisasi tidak timpang jauh,” kata Aulia, saat melakukan kunjungan dengan tema “Percepatan Pengembangan Aplikasi Guna Mendukung Digitalisasi di Lingkungan Pemerintah Kota Medan,” ke Surabaya, Kamis (24/2/2022).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, membeberkan kunci keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mencapai target PAD-nya.

“Kunci keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam mencapai target PAD adalah satunya visi dan kesadaran kepala daerah, sehingga aparaturnya sadar bahwa nanti akan dikembalikan dalam bentuk program-program kerakyatan,” kata Armuji yang didampingi oleh Sekretaris Kota, Hendro Gunawan, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Badan Pendapatan Daerah, dan PT BPR Surya Artha Utama.
Cak Ji, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa pendapatan itu bersumber dari sembilan objek pajak daerah, yakni pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi, dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBBP2), serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
“Jadi, ada aplikasi online untuk memantau E-SPPT serta juga dipertimbangkan aspek kewajarannya, sehingga antara target dan realisasi tidak beda jauh,” kata Armuji.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menegaskan, proyeksi realisasi sektor pajak daerah di tahun 2022 melalui pajak ditargetkan mencapai Rp 4,51 triliun. Dengan kekuatan APBD Rp 10,4 triliun untuk mewujudkan tema pembangunan Kota Surabaya tahun 2022, yakni “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural.” (dhani/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













