TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek beri kemudahan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang ingin mencari nafkah ke Korea Selatan (Korsel).
Salah satu upaya Pemkab adalah membangun kerja sama dengan perwakilan Korea Selatan Lee Kyeong Youn, PT Intersolusi Indonesia serta BUMD BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Jwalita.
Bupati Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menyebut kesepakatan kerja sama tersebut sebagai bentuk fasilitasi terhadap para pencari kerja di Kabupaten Trenggalek yang ingin bekerja di Korsel dan Jepang.
Selain menjamin kelegalan pekerjaan, Pemkab Trenggalek melalui BPR Jwalita juga menanggung biaya awal pemberangkatan PMI.
“Ini kan pahlawan devisa, kita pastikan nggak ketipu, nggak boncos duluan, kita berikan pelatihan sekaligus penyaluran,” ungkap Mas Ipin, Minggu (13/4/2025).
“Nanti semua biaya awal ditanggung BPR Jwalita sehingga calon pencari kerja ke Korea ini nggak perlu lagi harus bayar dulu, cari uang dulu, mau kerja aja susah,” lanjut bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.
Mesmi memfasilitasi masyarakat untuk bekerja sebagai PMI, Mas Bupati Ipin menekankan bahwa Pemkab Trenggalek juga terus berupaya menciptakan lapangan pekerjaan di Trenggalek.
Namun ketika ada kesempatan untuk bekerja di luar negeri yang lebih menjanjikan pendapatannya, maka Pemkab Trenggalek juga akan memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk mengaksesnya.
“Ya, kan hidup ada pilihan, kita juga menciptakan lapangan pekerjaan di Trenggalek. Tapi kemudian kalau ada opportunity di luar Trenggalek apalagi di luar negeri yang menjanjikan pendapatan lebih, kenapa tidak,” ucap Mas Ipin.
Sementara itu Direktur Utama PT. Solusi Terampil Global Lee Kyeong Youn mengatakan bahwa Korea Selatan, khususnya Provinsi Gyeongnam sudah hampir 29 tahun melakukan kerja sama dengan Provinsi Jawa Timur.
Dari sekian tahun kerja sama tersebut, Lee menilai PMI dari Trenggalek selalu mempunyai nilai lebih terutama dari semangat dan etos kerja
“Memang di dalam Jawa Timur, saya paling suka itu Kabupaten Trenggalek. Ini jembatan pendidikan dan pekerjaan di Korea karena anak-anaknya itu mau belajar bahasa Korea dulu terus mereka baru bisa kerja di Korea, lebih gampang lebih hemat,” jelas Lee.
“Program ini kita bikinkan, mudah-mudahan ini sukses dan itu nanti anak-anaknya kirim uang kembali ke Trenggalek. Kabupaten Trenggalek itu bakal maju dan Indonesia juga akan maju, saya berharap seperti itu,” imbuhnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










