NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengupayakan berbagai cara dalam menangani pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mempersiapkan puskesmas sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter).
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, saat ini dalam upaya penanganan Covid-19 tidak lagi diperkenankan melakukan isolasi mandiri atau isoman bagi pasien dengan kondisi tertentu.
“Isoman tidak diperkenankan bagi lansia dan pra lansia, punya komorbid, saturasinya rendah, dan di rumah pasien tidak memungkinkan untuk isoman, misal rumahnya kecil, keluarga banyak,” kata Bupati Ony kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (28/7/2021).
Untuk itu, Pemkab Ngawi saat ini telah mempersiapkan 10 Puskemas di wilayah Kabupaten Ngawi untuk dijadikan sebagai tempat isoter pasien Covid-19. Sepuluh Puskemas yang ditunjuk tersebut dikatakan Bupati Ony hanya untuk perawatan pasien konfirmasi Covid-19.
“Setiap Puskesmas Isoter memiliki kapasitas antara 10 hingga 15 bed (tempat tidur),” kata Bupati Ony.
Lebih lanjut, Bupati yang diusung PDI Perjuangan ini mengatakan, puskesmas isoter akan digunakan sebagai tempat perawatan pasien konfirmasi Covid-19 dengan tiga kategori. Diantaranya untuk ibu hamil, pekerja migran Indonesia (PMI), dan pasien Covid-19 umum.
“Isoter untuk PMI di Puskesmas Ngawi Purba, untuk ibu hamil ada dua, di puskesmas Padas dan Walikukun. Kemudian ada tujuh Puskesmas yang fungsinya dirubah jadi tempat isoter,” papar Bupati Ony.
Puskesmas di Ngawi yang beralih fungsi jadi tempat isoter yakni, puskesmas Gemarang, Mantingan, Widodaren, Ngrambe, Pangkur, Kasreman, dan Gerih.
Selain itu, disebutkan Bupati Ony, untuk menunjang perawatan pasien konfirmasi Covid-19, di Puskesmas isoter juga akan dilengkapi dengan alat konsentrator oksigen. “Yang ditempatkan di Puskesmas Isoter dengan kapasitas 8 liter per menit,” ujar Bupati Ony. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS