oleh

Pemerintah Siapkan Kebijakan Ekonomi Pancasila

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara HUT ke-44 PDI Perjuangan (PDIP) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/1/2017). Saat memberi sambutan, Jokowi membeberkan kondisi Indonesia saat ini.

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan sebuah kebijakan ekonomi Pancasila, kebijakan ekonomi gotong royong, yang dalam waktu dekat disampaikan kepada masyarakat.

Jokowi menyebutkan, kebijakan ekonomi Pancasila intinya adalah ekonomi yang berkeadilan, ada pemerataannya.

“Karena percuma pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi apabila tidak merata dan hanya dinikmati segelintir orang. Ini adalah sebuah hal yang sangat percuma,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, kebijakan yang diambil pemerintah dengan membangun dari pinggiran, pulau terdepan, dan desa, merupakan perwujudan dari ekonomi Pancasila yang sekarang ini terus dikerjakan pemerintah agar kesenjangan dapat dikurangi.

Dengan mendorong pemerataan sosial ekonomi, tambah Jokowi, seluruh rakyat akan merasa berdiri di tanah air yang sama, Indonesia. Seluruh rakyat juga akan merasakan hidup di rumah kebangsaan yang sama, Indonesia.

Sesuai dengan semangat Bung Karno bahwa negara Indonesia adalah “negara semua untuk semua”, Jokowi berharap kerja sama pemerintah dengan PDIP ke depan akan semakin erat dan produktif untuk mewujudkan Indonesia Raya.

Kesenjangan

Sebelumnya, Jokowi mengemukakan, bahwa tantangan terberat perekonomian untuk sekarang adalah terkait dengan kesenjangan yang terjadi antara orang kaya dan miskin.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, bila ini tidak bisa diselesaikan, maka akan terasa percuma ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi.

Dia menjelaskan, pada 2014, angka gini rasio mencapai level 0,41 dan secara perlahan berhasil diturunkan menjadi 0,39 pada 2016.

Meski penurunan angka gini rasio itu sedikit, sebut Jokowi, hal itu masih lebih baik jika dibandingkan banyak negara lain. “Dibandingkan dengan negara lain China, Filipina, dan Malaysia, angka kita lebih baik,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan, turunnya angka kemiskinan sebesar 0,31%. Dia menegaskan, meskipun sedikit tapi ini adalah sebuah prestasi yang perlu disampaikan, karena di negara lain angkanya malah naik.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan potongan tumpeng hari ulang tahun lengkap dengan lauk pauknya kepada Presiden Jokowi. Potongan tumpeng juga diserahkan Megawati kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Acara HUT PDIP Ke-44 dengan tema “Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya” itu juga dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan kepala daerah dari PDI Perjuangan. (goek/*)