oleh

PDI Perjuangan Terus Kembangkan Desa Mandiri Benih

BOGOR – PDI Perjuangan terus mengembangkan Desa Mandiri Benih terutama tanaman padi. Program Desa Mandiri Benih ini adalah gerakan menanam padi untuk dijadikan benih.

Dengan program Desa Mandiri Benih, maka desa tersebut tidak bergantung benihnya dari luar daerah. Tapi bisa bertanam padi dari benih yang dihasilkan petani setempat.

“Dengan penanaman yang baik, hasil tanam 1 ha, gabahnya bisa tanam untuk 250 Ha musim tanam berikutnya,” kata politisi PDI Perjuangan Isnuansa Maharani kepada wartawan seusai pembukaan Pelatihan Kelompok  Tani Pangan Binaan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Cariu, Bogor, Kamis (24/8/2017).

Dikatakan, untuk 1 hektar lahan sawah, maka dibutuhkan gabah padi MSP sebanyak 20 kg. Hasil pertanaman bulan September dapat digunakan pada musim tanam Januari – April 2018,  umur pertanaman 14 – 15 hari di persemaian, panennya 90 HST (hari setelah tanam).

“Program 1.000 Desa Mandiri Benih ini program pemerintah yang sudah dimulai sejak 2 tahun lalu,” kata perempuan yang aktif di Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPP PDI Perjuangan ini.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh BPEK ini,  jelas Maharani, sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung program pemerintahan Jokowi.

“PDI Perjuangan ikut berkontribusi mendukung yang  programnya secara  resmi  dicanangkan pemerintah sejak 2015,” ujarnya.

Menurut Maharani, peserta pelatihan sebanyak 50 orang berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta dan JawaTimur.

Selain diarahkan untuk menanam Padi MSP, peserta  juga akan  belajar menanam  Benih Unggul Nasional INPARRI 33 (Label Putih dan Label Ungu).

Tanam Label Putih dengan supervisi Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian/BUMN Pertani/SHS hasilnya menjadi Gabah Benih dengan Label Ungu.

Selanjutnya tanam Label Ungu, hasilnya masih untuk  Benih dan diberi Label Biru. Petani membeli Benih Label Biru dan hasilnya nya untuk beras konsumsi. Umur tanam INPARI 33 adalah 105 HST. (goek/*)

rekening gotong royong