Kamis
22 Oktober 2026 | 10 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Terus Kembangkan Desa Mandiri Benih

pdip-jatim-isnuansa-maharani-tanam-padi

BOGOR – PDI Perjuangan terus mengembangkan Desa Mandiri Benih terutama tanaman padi. Program Desa Mandiri Benih ini adalah gerakan menanam padi untuk dijadikan benih.

Dengan program Desa Mandiri Benih, maka desa tersebut tidak bergantung benihnya dari luar daerah. Tapi bisa bertanam padi dari benih yang dihasilkan petani setempat.

“Dengan penanaman yang baik, hasil tanam 1 ha, gabahnya bisa tanam untuk 250 Ha musim tanam berikutnya,” kata politisi PDI Perjuangan Isnuansa Maharani kepada wartawan seusai pembukaan Pelatihan Kelompok  Tani Pangan Binaan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di Cariu, Bogor, Kamis (24/8/2017).

Dikatakan, untuk 1 hektar lahan sawah, maka dibutuhkan gabah padi MSP sebanyak 20 kg. Hasil pertanaman bulan September dapat digunakan pada musim tanam Januari – April 2018,  umur pertanaman 14 – 15 hari di persemaian, panennya 90 HST (hari setelah tanam).

“Program 1.000 Desa Mandiri Benih ini program pemerintah yang sudah dimulai sejak 2 tahun lalu,” kata perempuan yang aktif di Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPP PDI Perjuangan ini.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh BPEK ini,  jelas Maharani, sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung program pemerintahan Jokowi.

“PDI Perjuangan ikut berkontribusi mendukung yang  programnya secara  resmi  dicanangkan pemerintah sejak 2015,” ujarnya.

Menurut Maharani, peserta pelatihan sebanyak 50 orang berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta dan JawaTimur.

Selain diarahkan untuk menanam Padi MSP, peserta  juga akan  belajar menanam  Benih Unggul Nasional INPARRI 33 (Label Putih dan Label Ungu).

Tanam Label Putih dengan supervisi Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian/BUMN Pertani/SHS hasilnya menjadi Gabah Benih dengan Label Ungu.

Selanjutnya tanam Label Ungu, hasilnya masih untuk  Benih dan diberi Label Biru. Petani membeli Benih Label Biru dan hasilnya nya untuk beras konsumsi. Umur tanam INPARI 33 adalah 105 HST. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...
LEGISLATIF

Lahan Terbakar di Jatim Capai Ribuan Hektare, Sri Untari Dorong Perencanaan Ekologis

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan perencanaan ekologis dan ...
LEGISLATIF

Perlindungan Santri, DPRD Ngawi Tingkatkan Pengawasan terhadap Ponpes yang dapat Kucuran Dana Pemerintah

NGAWI – DPRD Ngawi bakal meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pondok pesantren (ponpes) yang mendapatkan kucuran ...
LEGISLATIF

Dukung UU Anti Perundungan, Renny: Perlindungan Anak Perlu Sistem Terintegrasi

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mendukung pembentukan ...