Selasa
25 Agustus 2026 | 9 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Ingin Percepat Revisi UU Terorisme

pdip-jatm-hasto-ssat-di-batu

JAKARTA – PDI Perjuangan mengecam penyerangan terhadap personel kepolisian di Medan, Sumatera Utara, Minggu (25/6/2017). Partai pemerintah ini mendorong percepatan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

“Kami mengutuk keras upaya-upaya yang menyerang aparat penegak hukum,” tegas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, saat di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, kemarin.

Menurut Hasto, upaya penyerangan terhadap polisi dan teror kepada masyarakat telah menjadi ancaman nyata. Untuk itu, semua pihak harus terlibat dalam mendukung aparat penegak hukum.

Hasto mengatakan, polisi juga memerlukan dukungan dalam melaksanakan penegakan hukum, misalnya, dengan penguatan terhadap undang-undang terorisme.

“Tentu saja kami akan berdialog bersama-sama. Mana hal-hal yang belum selesai, kami akan tuntaskan bersama di dalam pembahasan RUU Terorisme,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung Polri untuk memberantas terorisme.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini optimistis, kepolisian mampu menangkap para pelaku penyerangan teror, termasuk yang ditujukan kepada personel Polri. “Pemerintah juga terus mendukung Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Pramono.

Dia mengatakan, setelah berhasil melumpuhkan para pelaku lapangan, kepolisian kini sedang melengkapi data-data yang ada termasuk sel dan jaringan terorisme. Pram optimis dalam waktu dekat, kepolisian segera mengungkap para pelaku teror.

“Kita semua harus mendukung polisi yang menjaga keamanan kita. Kepada polisi, tentunya polisi perlu lebih hati-hati,” katanya.

Diberitakan, pos penjagaan di Markas Polda Sumatera Utara diserang dua orang yang diduga pelaku terorisme. Satu polisi gugur setelah ditikam pelaku, sedangkan satu pelaku penyerangan tewas setelah ditembak polisi, satu pelaku lainnya kritis.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengungkapkan kronologi penyerangan. Sekitar pukul 03.00 WIB, dua anggota piket Aiptu Martua Sigalingging dan Brigadir E Ginting secara tiba-tiba diserang dua orang pelaku ketika berada di Pos II. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...
KRONIK

Tari Kolosal Wonderful of East Java Meriahkan Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Penampilan tari kolosal bertajuk “Wonderful of East Java” turut memeriahkan closing ceremony laga Final ...
HEADLINE

Soekarno Cup Tak Sekadar Bola: Rp545 Juta untuk NTT, 14 Pemain Dibidik Klub Profesional

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak hanya meninggalkan cerita tentang persaingan di lapangan hijau. Di balik gebyar ...
PEMILU

Sekjen DPP PDI Perjuangan Optimistis Bidik Kursi Gubernur Jawa Timur

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai partainya memiliki modal ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Bukan Sekadar Cari Juara, Tapi Membangun Karakter Generasi Muda

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mencari juara, tetapi membangun karakter, sportivitas, ...
OLAHRAGA

Kalah 1-3, Banteng Jatim Ucapkan Selamat kepada Banteng Papua Raya, Evaluasi Teamwork

SURABAYA – Tim Banteng Jatim menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan mengakui keunggulan Banteng Papua Raya. ...