Jumat
23 Oktober 2026 | 8 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Ingin Percepat Revisi UU Terorisme

pdip-jatm-hasto-ssat-di-batu

JAKARTA – PDI Perjuangan mengecam penyerangan terhadap personel kepolisian di Medan, Sumatera Utara, Minggu (25/6/2017). Partai pemerintah ini mendorong percepatan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

“Kami mengutuk keras upaya-upaya yang menyerang aparat penegak hukum,” tegas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, saat di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, kemarin.

Menurut Hasto, upaya penyerangan terhadap polisi dan teror kepada masyarakat telah menjadi ancaman nyata. Untuk itu, semua pihak harus terlibat dalam mendukung aparat penegak hukum.

Hasto mengatakan, polisi juga memerlukan dukungan dalam melaksanakan penegakan hukum, misalnya, dengan penguatan terhadap undang-undang terorisme.

“Tentu saja kami akan berdialog bersama-sama. Mana hal-hal yang belum selesai, kami akan tuntaskan bersama di dalam pembahasan RUU Terorisme,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung Polri untuk memberantas terorisme.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini optimistis, kepolisian mampu menangkap para pelaku penyerangan teror, termasuk yang ditujukan kepada personel Polri. “Pemerintah juga terus mendukung Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Pramono.

Dia mengatakan, setelah berhasil melumpuhkan para pelaku lapangan, kepolisian kini sedang melengkapi data-data yang ada termasuk sel dan jaringan terorisme. Pram optimis dalam waktu dekat, kepolisian segera mengungkap para pelaku teror.

“Kita semua harus mendukung polisi yang menjaga keamanan kita. Kepada polisi, tentunya polisi perlu lebih hati-hati,” katanya.

Diberitakan, pos penjagaan di Markas Polda Sumatera Utara diserang dua orang yang diduga pelaku terorisme. Satu polisi gugur setelah ditikam pelaku, sedangkan satu pelaku penyerangan tewas setelah ditembak polisi, satu pelaku lainnya kritis.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengungkapkan kronologi penyerangan. Sekitar pukul 03.00 WIB, dua anggota piket Aiptu Martua Sigalingging dan Brigadir E Ginting secara tiba-tiba diserang dua orang pelaku ketika berada di Pos II. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...