Sabtu
24 Oktober 2026 | 4 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pancasila dan Budi Pekerti Harus Diajarkan Kembali di Sekolah

pdip-jatim-seskab-pramono-diwawancara

JAKARTA – Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, sebagaimana di negara lainnya, kebhinnekaan di Indonesia sering terganggu karena politik.

Padahal Indonesia mempunyai 250 juta penduduk dengan lebih dari 700 bahasa dialek, 6 agama yang diakui, lebih dari 200 aliran kepercayaan, serta 8 juta diaspora.

Hal inilah, yang membuktikan bahwa Indonesia begitu berbhinneka, begitu beragamnya, begitu mempunyai kelebihan dan tentunya sekaligus ada kekurangannya.

“Nah sekarang, bagaimana kita merawat itu,” kata Pramono Anung, kemarin.

Politisi yang sekarang menjabat sekretaris kabinet (seskab) ini menyebutkan, tantangan dunia pada hari ini bukan lagi tantangan perang penguasaan teritorial. Melainkan perang ekonomi dan budaya, misalnya dengan menginfiltrasi kultur pendidikan negara lain.

Dia menunjuk contoh proses radikalisme, yang bukan hanya ada di negara yang dianggap sebagai negara Islam, tetapi di seluruh negara di dunia.

“Terorisme terjadi di mana-mana dengan cara yang tidak lagi konvensional. Bahkan, yang terjadi terakhir di berbagai tempat bahkan di Spanyol, perayaan yang merupakan perayaan kegembiraan penjajahan otoritarian itu pun terkena serangan,” ujarnya.

Pramono juga menyoroti, di negara demokrasi terdapat kebebasan berbicara (freedom of speech) bagi warganya. Tapi seringkali akibat terlalu bebas, mereka tidak bisa mengontrol diri sendiri, apalagi dalam era digital dan sosial media saat ini.

Dia menunjuk contoh di media twitter, facebook, whatsapp, vlog, dan sebagainya, yang berbuntut pada maraknya fenomena penyebaran informasi hoax (palsu). “Jadi, ini bukan hanya menjadi persoalan kita, ini persoalan dunia,” ungkap Pramono.

Mantan anggota DPR RI ini menunjuk contoh bagaimana pilpres yang dulu diagung-agungkan di Amerika Serikat (AS), bisa terkena cyberattack yang puncaknya ketika pilpres itu berlangsung.

Menurutnya, pilpres AS kali ini tidak lagi berbicara program, tapi yang selalu dibicarakan adalah email dan hoax, yang begitu menjadi tontonan dunia. Padahal 4 tahun lalu, ungkapnya, perdebatannya adalah mengenai program pajak, permasalahan imigran, pertumbuhan ekonomi, kebijakan di Timur Tengah, dan lain-lain.

Oleh karena itu, imbuh Pramono, secara sederhana Pancasila seharusnya bisa menjadi penuntun dan jati diri bangsa Indonesia. Harus ada perubahan yang mendasar terhadap dunia pendidikan kita.

“Maka presiden telah menginstruksikan pendidikan dasar dan menengah, bahwa Pancasila, budi pekerti harus diajarkan kembali dengan pendidikan kita,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...