Minggu
18 Oktober 2026 | 3 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Keturunan Ki Ronggo Gelar Tasyakuran HUT RI di Makam Leluhur

PDIP-Jatim-Sinung-17082026

BONDOWOSO – Tanggal 17 Agustus memiliki arti khusus bagi Kabupaten Bondowoso. Selain diperingati sebagai Hari Kemerdekaan RI, tanggal tersebut menjadi penanda awal pemerintahan Bondowoso. Pada 17 Agustus 1819, Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo dilantik sebagai penguasa pertama Bondowoso, 126 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Salah satu keturunan Ki Ronggo, Sinung Sudrajad, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-207 Bondowoso dengan tasyakuran di kompleks makam Ki Ronggo, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, pada Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang digelar bersama jajaran DPC PDI Perjuangan Bondowoso itu diisi doa, pembacaan Yasin dan tahlil, serta ziarah ke makam Ki Ronggo.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo, Supriyadi, mengatakan kesamaan tanggal 17 Agustus antara pelantikan Ki Ronggo dan kemerdekaan Indonesia menjadi cerita yang diwariskan keluarga.

“Ki Ronggo dilantik sebagai penguasa wilayah pada 17 Agustus 1819, sedangkan Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Jaraknya 126 tahun,” kata Supriyadi.

Menurut dia, keluarga juga memiliki cerita bahwa sebelum dilantik, Ki Ronggo menjalani tirakat selama 41 hari. Dalam cerita tersebut, angka 17 dikaitkan dengan jumlah rakaat salat wajib dan 17 Ramadan.

Namun Supriyadi menegaskan, cerita itu bukan untuk menyimpulkan adanya hubungan antara penetapan tanggal kemerdekaan Indonesia dan sejarah Ki Ronggo.

“Saya bukan mengatakan Bung Karno menjiplak. Tidak. Mungkin Bung Karno juga ahli tirakat dan mendapat petunjuk. Jadi, mungkin memang ada persamaan,” ujarnya.

Sejarah untuk Membangun Bondowoso

Sinung mengatakan peringatan di makam Ki Ronggo bukan sekadar seremoni. Sejarah, kata dia, harus menjadi pijakan untuk membangun Bondowoso.

“Harjabo yang ke-207 ini mari kita jadikan sebagai batu loncatan untuk lebih bersinergi memajukan Kabupaten Bondowoso,” kata Sinung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso itu mengatakan, Ki Ronggo merupakan bagian penting dari sejarah awal Bondowoso. Karena itu, generasi sekarang harus meneruskan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujarnya.

Sinung berharap, pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan masyarakat dan mengoptimalkan potensi Bondowoso untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Harapannya Pemkab Bondowoso bisa lebih bersinergi, bisa lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...