Selasa
11 Agustus 2026 | 12 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pak Kus: Warkop Cethe Tulungagung Luar Biasa

pdip-jatim-pak-kus-nyethe1

TULUNGAGUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, menyempatkan diri menikmati sajian kopi  khas Tulungagung, di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (18/3/2017) malam.

Kedatangan Kusnadi ke desa yang memiliki sekitar 60 warung kopi itu atas ajakan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, usai menikmati pertunjukan seni budaya jaranan di alun-alun depan pendopo kabupaten setempat.

“Luar biasa. Ternyata potensi ekonomi warung kopi di sini tidak kalah dengan usaha lainnya. Malah hasilnya sangat mensejahterakan pemiliknya,” kata Kusnadi, saat mampir di warung kopi (warkop) Mak Tin, di depan Balai Desa Bolorejo.

Politisi  yang akrab disapa Pak Kus ini menyebut potensi ekonomi warkop di Tulungagung sangat bagus, setelah dia melihat sendiri pengunjung warkop Mak Tin.

Menurut Kusnadi, pemilik warkop Mak Tin bisa menghasilkan pendapatan bersih di kisaran Rp 5 juta sehari. “Bayangkan, sehari warung ini menghabiskan 1 kuintal gula, dan 60 kilogram kopi,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dilihat Pak Kus di Warkop Mak Waris di desa yang sama. Meski lokasinya agak masuk ke dalam gang, pengunjung Warkop Mak Waris pun memenuhi bangku-bangku panjang yang mengitari meja-meja kayu.

Sama dengan warkop Mak Tin, pengunjung warkop Mak Waris didominasi anak-anak muda yang menikmati rokok sambil memainkan smartphone.

Yang membedakan dengan warkop di daerah lainnya, sebagian besar pengunjung warkop ini melukis batang rokoknya dengan cethe, atau ampas kopi.

Mereka melukis beberapa batang rokoknya, dengan bermacam motif, dan memajangnya di sisi piring kecil alas gelas (lepek).

(Baca juga: Eva Sarankan Petani Kopi Gunung Wilis Bentuk Koperasi)

Setelah agak kering, mereka mulai menikmati rokok berbalut lukisan dari cethe. Tak ayal, asap rokok beraroma kopi pun memenuhi warkop.

Kusnadi mengaku salut dengan kebiasaan ‘nyethe’ yang membudaya di masyarakat Tulungagung. Apalagi, banyak warga Tulungagung yang terangkat ekonominya dari usaha membuka warkop ini.

Tidak hanya di wilayah Kauman, tapi juga menyebar di kawasan Tulungagung lainnya.

Pada kesempatan itu, Kusnadi juga menikmati kopi cethe Tulungagung yang punya aroma dan rasa khas. Pak Kus juga berbincang dengan anak-anak muda yang sedang nyethe. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...