Rabu
04 November 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Neoimperialisme Menguat, Djarot Ajak Kembali ke Ajaran Bung Karno

pdip jatim 260329 djarot 1

BLITAR — Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa arah politik Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

Dia menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilainya menunjukkan gejala neoimperialisme, terutama melalui meningkatnya konflik dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Setiap bentuk agresi militer dan intervensi terhadap negara berdaulat bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujarnya di sela agenda ziarah ke Makam Bung Karno, di Kota Blitar, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, Indonesia harus konsisten mengambil sikap ideologis dengan menolak segala bentuk intervensi yang melanggar kedaulatan negara lain. Sikap tersebut, kata dia, merupakan bagian dari prinsip politik luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan—berdiri di pihak bangsa-bangsa tertindas dan memperjuangkan keadilan global.

Ia juga menyinggung pentingnya peran kepemimpinan nasional dalam merespons dinamika global. Salah satunya melalui langkah diplomatik Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang dinilainya mencerminkan penghormatan terhadap kedaulatan bangsa lain.

Lebih lanjut, Djarot mengaitkan sikap tersebut dengan warisan pemikiran Soekarno, khususnya dalam semangat solidaritas Asia-Afrika melawan kolonialisme dan imperialisme.

“Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri di pihak bangsa yang mengalami penindasan dan memperjuangkan kemerdekaannya,” katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut perlu terus diaktualisasikan melalui penguatan ajaran Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Selain itu, Djarot juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri bangsa dalam menghadapi tekanan global, dengan mengandalkan kekuatan nasional.

Ia turut menyinggung polemik keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) yang dinilai perlu dievaluasi secara kritis.

“Kalau BoP bergeser menjadi ‘board of war’, Indonesia tidak boleh berada di dalamnya. Kita harus kembali pada jati diri—menolak penjajahan dan memperjuangkan perdamaian dunia,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
KABAR CABANG

Pekan Peduli Sampah Nasional, PDIP Surabaya Siapkan 100 Titik Teba untuk Olah Sampah Organik

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...