Kamis
30 Juli 2026 | 2 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nahdliyin Ikut Menangkan Jokowi-Ma’ruf, PDIP Ucapkan Terima Kasih

pdip-jatim-hasto-said-aqil

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al Tsaqafah di Jalan M Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, (8/10/2019).

Hasto mengucapkan terima kasih atas kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas kerja sama kaum Nahdliyin, dalam mendukung Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin,” kata Hasto.

Menurutnya, kunjungan kali ini merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahmi dengan para santri, khususnya kalangan Nahdliyin. Dia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terbangun dengan baik antara kader PDIP dengan santri NU.

“Hari ini kami sowan ke Pondok Pesantren Al Tsaqafah. Sekaligus kami ingin mengucapkan terima kasih atas persaudaraan yang telah dibangun dengan baik,” ujar Hasto.

Hasto membeberkan betapa banyak kader PDIP berprestasi yang juga merupakan anggota NU. Mereka, menurut Hasto, potensi yang turut menguatkan PDIP dalam perjalanan membangun bangsa.

Ketua Umum PBNU yang sekaligus pengasuh Ponpes Luhur Al Tsaqafah, Said Aqil Siradj mengapresiasi silaturahmi PDI Perjuangan sebagai partai yang bersemangat nasionalis. Dia mengatakan, antara Nahdliyin dengan kaum nasionalis telah bersahabat sejak dulu.

Menurutnya, dahulu Presiden RI Pertama, Soekarno selalu meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Menurut Said Aqil, saat itu, kondisi negara sedang terancam perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini masih dijalankan.

“Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh,” tutur Said Aqil.

Dia menyebutkan, yang sangat penting adalah NU dan nasionalis sudah ada sejak NKRI berdiri. “Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam,” jelasnya.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqafah ini juga dihadiri Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru yang hadir bersama Wasekjen Bamusi Rahmat Sahid. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Gaungkan Warisan Pemikiran Sang Proklamator, Cucu Bung Karno Frederik Kiran Ziarah ke Blitar

Kunjungan Frederik Kiran Soekarno Seegers ke Makam Bung Karno di Blitar menjadi momentum menggaungkan kembali ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Usulkan Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045

Ketua DPR RI Puan Maharani mengusulkan Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045 untuk ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Tekankan Dukungan Pemkab dan Pemprov untuk Percepat Pembangunan Desa

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menegaskan pentingnya dukungan Pemkab dan Pemprov karena keterbatasan Dana ...
KABAR CABANG

Musran Rampung, Doding Rahmadi Pastikan Konsolidasi PDI Perjuangan Trenggalek Berlanjut

DPC PDI Perjuangan Trenggalek menuntaskan Musran dan Musanran di 14 kecamatan. Doding Rahmadi menegaskan ...
LEGISLATIF

Untari Minta Aspirasi Kades soal KDMP Disampaikan Resmi ke Pemerintah Pusat

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno meminta para kepala desa (Kades) menyusun dan ...
LEGISLATIF

Reses di Tuban, Ony Setiawan Soroti Krisis Air Irigasi dan Alih Fungsi Lahan Hutan di Senori

TUBAN – Masa Reses Persidangan III Tahun 2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan dimanfaatkan ...