Minggu
01 November 2026 | 9 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nahdliyin Ikut Menangkan Jokowi-Ma’ruf, PDIP Ucapkan Terima Kasih

pdip-jatim-hasto-said-aqil

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al Tsaqafah di Jalan M Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, (8/10/2019).

Hasto mengucapkan terima kasih atas kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas kerja sama kaum Nahdliyin, dalam mendukung Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin,” kata Hasto.

Menurutnya, kunjungan kali ini merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahmi dengan para santri, khususnya kalangan Nahdliyin. Dia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terbangun dengan baik antara kader PDIP dengan santri NU.

“Hari ini kami sowan ke Pondok Pesantren Al Tsaqafah. Sekaligus kami ingin mengucapkan terima kasih atas persaudaraan yang telah dibangun dengan baik,” ujar Hasto.

Hasto membeberkan betapa banyak kader PDIP berprestasi yang juga merupakan anggota NU. Mereka, menurut Hasto, potensi yang turut menguatkan PDIP dalam perjalanan membangun bangsa.

Ketua Umum PBNU yang sekaligus pengasuh Ponpes Luhur Al Tsaqafah, Said Aqil Siradj mengapresiasi silaturahmi PDI Perjuangan sebagai partai yang bersemangat nasionalis. Dia mengatakan, antara Nahdliyin dengan kaum nasionalis telah bersahabat sejak dulu.

Menurutnya, dahulu Presiden RI Pertama, Soekarno selalu meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Menurut Said Aqil, saat itu, kondisi negara sedang terancam perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini masih dijalankan.

“Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh,” tutur Said Aqil.

Dia menyebutkan, yang sangat penting adalah NU dan nasionalis sudah ada sejak NKRI berdiri. “Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam,” jelasnya.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqafah ini juga dihadiri Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru yang hadir bersama Wasekjen Bamusi Rahmat Sahid. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...