Selasa
15 September 2026 | 10 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nahdliyin Ikut Menangkan Jokowi-Ma’ruf, PDIP Ucapkan Terima Kasih

pdip-jatim-hasto-said-aqil

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Al Tsaqafah di Jalan M Kahfi 1, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, (8/10/2019).

Hasto mengucapkan terima kasih atas kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas kerja sama kaum Nahdliyin, dalam mendukung Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin,” kata Hasto.

Menurutnya, kunjungan kali ini merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahmi dengan para santri, khususnya kalangan Nahdliyin. Dia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terbangun dengan baik antara kader PDIP dengan santri NU.

“Hari ini kami sowan ke Pondok Pesantren Al Tsaqafah. Sekaligus kami ingin mengucapkan terima kasih atas persaudaraan yang telah dibangun dengan baik,” ujar Hasto.

Hasto membeberkan betapa banyak kader PDIP berprestasi yang juga merupakan anggota NU. Mereka, menurut Hasto, potensi yang turut menguatkan PDIP dalam perjalanan membangun bangsa.

Ketua Umum PBNU yang sekaligus pengasuh Ponpes Luhur Al Tsaqafah, Said Aqil Siradj mengapresiasi silaturahmi PDI Perjuangan sebagai partai yang bersemangat nasionalis. Dia mengatakan, antara Nahdliyin dengan kaum nasionalis telah bersahabat sejak dulu.

Menurutnya, dahulu Presiden RI Pertama, Soekarno selalu meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah KH Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Menurut Said Aqil, saat itu, kondisi negara sedang terancam perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini masih dijalankan.

“Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh,” tutur Said Aqil.

Dia menyebutkan, yang sangat penting adalah NU dan nasionalis sudah ada sejak NKRI berdiri. “Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam,” jelasnya.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqafah ini juga dihadiri Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyrul Falah Amru yang hadir bersama Wasekjen Bamusi Rahmat Sahid. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...