Jumat
04 September 2026 | 2 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti Anam Serap Aspirasi Pelaku Usaha untuk Wujudkan Integrasi Ekosistem Ultra Mikro

IMG-20210601-WA0014_copy_1200x676

PASURUAN – Pemerintah tengah merancang program integrasi ekosistem usaha ultra mikro yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Integrasi ini akan melibatkan tiga BUMN, yaitu BRI, Pegadaian, dan PNM.

”Kementerian BUMN tengah merancang integrasi ekosistem usaha ultra mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM. Ketiga BUMN itu akan melakukan konsolidasi, bentuknya seperti apa masih dalam kajian. Sehingga kami meminta masukan dari para pelaku usaha ultra mikro agar ke depan rencana Kementerian BUMN itu bisa tepat sasaran,” kata dr Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam, di Pasuruan, Senin (31/5/21).

Mufti mengatakan, aspirasi dari para pelaku usaha ultra mikro ini perlu dijaring agar langkah integrasi ekosistem ultra mikro tersebut tidak salah arah. Sehingga malah menyusahkan warga dalam mengakses pembiayaan ultra mikro setelah adanya integrasi antara 3 BUMN tersebut.

“Kami memfasilitasi para pelaku usaha ultra mikro di Pasuruan untuk diskusi, memberi masukan, termasuk ini dihadiri oleh perwakilan dari BRI, Pegadaian, dan PNM,” papar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mufti mengharapkan, dari ajang sosialisasi ekosistem ultra mikro ini, bisa didapatkan masukan-masukan berharga untuk penyempurnaan pelayanan pembiayaan kepada masyarakat pelaku usaha ultra mikro.

”Misalnya soal bunga, bagaimana bisa diturunkan. Lalu soal pemerataan layanan yang berkualitas agar pelaku usaha ultra mikro di desa-desa juga bisa mendapat perhatian yang optimal,” papar Muffti.

Mufti menambahkan, selama ini para pelaku usaha ultra mikro menghadapi sedikitnya tiga tantangan. Pertama, akses permodalan. Kedua, minimnya penerapan teknologi yang membuat usahanya kurang efisien alias tidak mencapai skala ekonomi. Ketiga, pemasaran yang terbatas.

“Problem-problem itu harus dijawab secara bersamaan sesuai dengan tugas masing-masing dari pemerintah. Kalau Kementerian BUMN dari sisi pembiayaan, misalnya. Lalu pemerintah untuk pemberdayaannya termasuk penerapan teknologi tepat guna. Kemudian dari sisi pemasaran, semua pihak bisa berkolaborasi membantu,” ujarnya.

Mufti berharap, BUMN yang bergerak membiayai sektor ultra mikro bisa membuat inovasi produk pembiayaan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di desa-desa.

”Intinya adalah harus dipermudah, kemudian kualitas pelayanannya merata. Sehingga pelaku usaha ultra mikro juga bisa semakin eksis, dan yang terpenting bisa mendorong pemulihan ekonomi masyarakat,” tuturnya. (ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...