oleh

Mengenal Pertanian Organik di Jambangan Ngawi, Harga Gabah di Pasaran Lebih Tinggi Dibanding Non Organik

-Eksekutif, Inspirasi-164 kali dibaca

NGAWI – Desa Jambangan Kecamatan Paron, satu dari 50 desa di Kabupaten Ngawi yang menerapkan sistem pertanian organik.

Jumat (25/2/2022), Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Wakil Bupati, Dwi Rianto Jatmiko mengunjungi komunitas pegiat pertanian organik Kampoeng Beta (Bengkel Tani) di Desa Jambangan.

Kunjungan dua tokoh penting di Kabupaten Ngawi tersebut dalam rangkaian kegiatan Sambang Desa. Yang bertepatan kegiatan itu dilaksanakan di desa setempat sejak Kamis kemarin.

Setiba di lokasi basecamp Kampoeng Beta, Bupati dan Wakil Bupati Ngawi disambut para anggota pegiat pertanian organik itu. Ramah tamah dan diskusi sesaat dilanjutkan dengan meninjau lahan pertanian padi organik.

Keduanya, oleh anggota Kampoeng Beta, ditunjukkan bentangan lahan pertanian padi yang mulai tumbuh malai. Tanaman padi yang subur, segar, dan tentunya hemat biaya produksi.

Bupati Ony, ditemui sesaat setelah itu mengatakan, geliat pertanian organik oleh komunitas Kampoeng Beta tersebut sebagai implementasi dari program kemandirian pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program yang menjadi skala prioritas Pemkab Ngawi saat ini.

“Kampoeng Beta sudah mulai bertani organik sejak tahun 2017. Dan ini adalah jawaban, dari program kemandirian pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, secara implementasi ya seperti ini,” katanya kepada pdiperjuangan-jatim.com.

Melalui kegiatan Sambang Desa, Bupati Ony ingin nilik-i para pegiat pertanian organik. Mereka yang telah bertani sebagaimana program yang dicanangkan oleh Bupati Ngawi.

Selain itu, juga untuk menggali, menemukan kendala-kendala yang dihadapi para petaninya. Agar kemudian, kegiatan pertanian ramah lingkungan ini bisa terus berjalan.

Masih di lokasi tersebut, Bupati Ony menyampaikan, pihaknya juga memastikan gabah produksi pertanian organik bisa dihargai lebih tinggi di pasaran. Yaitu dengan memastikan telah disepakati kerjasama kelompok tani dengan perusahaan penggilingan gabah yang ada di Kabupaten Ngawi.

“Kemarin ada MoU dengan Wilmar, kita minta agar perusahaan tersebut menyerap beras sehat. Salah satunya di Kampoeng Beta ini. PT Wilmar membeli gabah di sini dengan harga lebih tinggi, karena memang kualitas padinya bagus, rendeman bagus, rasanya enak, dan sehat,” ujarnya.

Kepada para pegiat pertanian organik itu, Bupati Ony ingin komitmen untuk bertani ramah lingkungan bisa terus dijaga, dan ditingkatkan.

“Kita akan intervensi lagi pasarnya, yakni terkait sertifikasi organik dan sertifikasi beras sehat,” tambahnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Ngawi, dari tahun 2021 sudah ada 50 desa yang berpartisipasi menerapkan sistem pertanian organik. Setiap desa tersebut, ditargetkan memiliki lahan pertanian organik seluas 5 hektar.

“Target tahun 2021 ada 250 hektar lahan pertanian organik. Harapannya tahun ini bisa terus berkembang hingga 100 desa. Dan bisa ditularkan ke lingkungan sekitar, ini sebagai jawaban terkait kelangkaan pupuk dan seterusnya,” papar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (mmf/hs)