Sabtu
26 September 2026 | 8 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Melebihi Kapasitas, Pemkab Ponorogo Segera Relokasi TPA Mrican

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-07082025

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berencana untuk merelokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican karena sudah melebihi kapasitas (over capacity).

Hal itu terungkap saat tim dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) melakukan pendampingan di TPA yang berada di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, bersama Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Rabu (6/8/2025).

Menurut Bupati Sugiri, TPA yang sudah berdiri selama 32 tahun itu menampung kapasitas hampir 120 ton setiap harinya. Selama ini, pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar limbah sudah menjadi solusi mengurangi sampah di TPA, namun hanya mampu diolah sebanyak 40 ton per hari.

Karena itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu akan merelokasi TPA Mrican ke lahan milik Perhutani agar tidak over capacity.

“Hari ini kami sedang berproses dan kami didampingi KLHK agar ke depan cara kami pindah mulai dari di mana proses lindi, tempat sampah yang pertama, dan di mana sampah organiknya. Agar detail, biar nggak salah langkah,” ungkapnya.

Sampai saat ini, proses relokasi tersebut sudah mencapai 90 persen. Luasan lahan yang akan digunakan sekitar 9 hektare. Rencananya, relokasi akan dilakukan maksimal akhir tahun 2025.

“Kami sedang urus di KLHK, di kehutanan sudah selesai. Kami sudah anggarkan, tapi belum bisa eksekusi karena belanja modalnya jangan sampai salah pendapatan yang belum clear dengan perizinannya,” terangnya.

Kang Giri, sapaan akrabnya, juga mengakui, penumpukan sampah di TPA Mrican sudah menjadi problematika bersama-sama, tidak perlu menyalahkan siapapun. Kesadaran masyarakat paling penting diperlukan dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dari masyarakat harus sadar betul sampah ini aib kita bersama-sama. Saya pingin di hulu dituntaskan, tidak buang sampah ke sungai atau di manapun,” terangnya.

“Kalau hulu (masyarakat) selesai, lalu hilir dituntaskan. Suatu ketika akan tiba suatu zaman Ponorogo bebas sampah selama masyarakat sadar serentak tidak hanya saya, tapi semua yang merasa memiliki Ponorogo,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...