Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Melebihi Kapasitas, Pemkab Ponorogo Segera Relokasi TPA Mrican

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-07082025

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berencana untuk merelokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican karena sudah melebihi kapasitas (over capacity).

Hal itu terungkap saat tim dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) melakukan pendampingan di TPA yang berada di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, bersama Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Rabu (6/8/2025).

Menurut Bupati Sugiri, TPA yang sudah berdiri selama 32 tahun itu menampung kapasitas hampir 120 ton setiap harinya. Selama ini, pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar limbah sudah menjadi solusi mengurangi sampah di TPA, namun hanya mampu diolah sebanyak 40 ton per hari.

Karena itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu akan merelokasi TPA Mrican ke lahan milik Perhutani agar tidak over capacity.

“Hari ini kami sedang berproses dan kami didampingi KLHK agar ke depan cara kami pindah mulai dari di mana proses lindi, tempat sampah yang pertama, dan di mana sampah organiknya. Agar detail, biar nggak salah langkah,” ungkapnya.

Sampai saat ini, proses relokasi tersebut sudah mencapai 90 persen. Luasan lahan yang akan digunakan sekitar 9 hektare. Rencananya, relokasi akan dilakukan maksimal akhir tahun 2025.

“Kami sedang urus di KLHK, di kehutanan sudah selesai. Kami sudah anggarkan, tapi belum bisa eksekusi karena belanja modalnya jangan sampai salah pendapatan yang belum clear dengan perizinannya,” terangnya.

Kang Giri, sapaan akrabnya, juga mengakui, penumpukan sampah di TPA Mrican sudah menjadi problematika bersama-sama, tidak perlu menyalahkan siapapun. Kesadaran masyarakat paling penting diperlukan dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dari masyarakat harus sadar betul sampah ini aib kita bersama-sama. Saya pingin di hulu dituntaskan, tidak buang sampah ke sungai atau di manapun,” terangnya.

“Kalau hulu (masyarakat) selesai, lalu hilir dituntaskan. Suatu ketika akan tiba suatu zaman Ponorogo bebas sampah selama masyarakat sadar serentak tidak hanya saya, tapi semua yang merasa memiliki Ponorogo,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...