Sabtu
07 Februari 2026 | 6 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Ingatkan Kader Pimpinan Dewan Tidak Mabuk Kekuasaan

pdip-jatim-mega-sekolah-pimpinan-dewan-2019-1

DEPOK – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan pimpinan dewan dari partainya untuk tidak mabuk kekuasaan. Dia minta mereka terus melatih diri dan mempraktikkan prinsip kedisiplinan, kemanusiaan, dekat dengan rakyat, dan ‘satu kata dengan perbuatan’ dalam berpolitik.

Hal itu diungkapkan Megawati di hadapan ratusan pimpinan dewan dari PDIP yang mengikuti Sekolah Pimpinan Dewan tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota gelombang kedua di Wisma Kinasih, Depok, Jumat (6/12/2019).

Megawati mengatakan dirinya tak akan bicara soal AD/ART, namun soal kehidupan dan kemanusiaan. Dijelaskannya, PDIP kini memang menempatkan kadernya, yakni Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua.

Di legislatif, untuk pertama kalinya, PDI Perjuangan juga mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPR. “Memang benar itu semua. Terus kita jadi lupa diri dan mabuk kuasa?” kata Megawati.

Mabuk kuasa yang dimaksud Presiden ke-5 RI itu adalah karena berkuasa, maka sesukanya menggunakan anggaran negara untuk hal seperti jalan-jalan ke luar negeri. Atau menghabiskan anggaran di akhir tahun untuk kegiatan yang tak berguna.

Rakyat pun kerap dijadikan alasan untuk perilaku koruptif. Hal-hal demikian membuat Megawati mengajak para kader yang duduk di kursi pimpinan legislatif itu untuk bertanya kepada dirinya sendiri soal tujuan berpartai.

Menurutnya, berpartai memang berarti mengorganisasi rakyat. Namun, mengorganisasi rakyat bukan berarti segala sesuatunya dilihat transaksional.

Hal itu penting karena saat ini hampir tak ada yang tak dilihat secara transaksional. Sementara di sisi lain, aparat penegakan hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga bekerja.

“Tolong dengan segala hormat, anda pasti punya keluarga. Kalau beragama, tolong ingat anda adalah kepala keluarga. Apa anda tak mikir ya, kalau mulai ditangkap, muka mulai dicoreng. Ya istri lah, anak lah. Aduh, anaknya pergi bareng temannya, dibilang bapak lu korupsi ya? Mau teriak ke siapa kalau sudah begitu? Kalau sudah terbukti korupsi, tetap saja masuk penjara,” bebernya.

Megawati lalu mengingatkan semua kader PDI Perjuangan harus menghidupi bahwa pengetahuan harus digunakan untuk kebaikan. Dan tugas mereka bukanlah menggunakan pengetahuan mereka untuk korupsi.

“Pengetahuan itu ada dua. Pengetahuan bisa digunakan untuk kebaikan, bisa juga digunakan untuk kejahatan,” ungkapnya.

“Kalian itu penentu politik dan budgetting. Maka kalian harus mengontrol diri. Kunci utamanya adalah di pengendalian diri dan hati,” tukasnya.

Megawati lalu menceritakan pengalamannya sendiri, untuk membuktikan bahwa mengorganisasi rakyat lewat partai politik bukan melulu soal transaksi dan uang. Namun dengan hati, turun ke rakyat secara langsung dan selalu membawa nilai kemanusiaan.

Dirinya menjadi anggota DPR untuk 3 periode ketika Orde Baru masih berkuasa. Di tengah himpitan politik, Megawati selalu turun ke bawah secara langsung.

“Menurut saya gampang itu, tanpa main-main duit. Yang jelas saya selalu kulo nuwun. Datang. Tentu saya bawa kopi dan gula, supaya tak menyusahkan karena rakyat sudah memberikan tempat. Tak perlu ada bakar-bakar duit,” kata Megawati.

“Ngomong ke rakyat itu sangat mudah. Rakyat itu hanya ingin di-uwongke (bahasa Jawa artinya dimanusiakan). Merasakan dianggap sebagai manusia. Jadi kalau bicara memperjuangkan APBD, ya puaskan dulu rakyatmu, apa kebutuhannya dipenuhi,” tambah Megawati.

Secara khusus untuk kader yang baru pertama kali menduduki kursi pimpinan dewan di daerah, Megawati mengingatkan tak ada ampun untuk mereka yang tak mampu mewujudkan prinsip-prinsip itu. Tak ada kata ampun untuk pelaku korupsi karena akan segera dipecat dari partai.

“Begitu ada diindikasikan, apalagi kalau sudah ditangkap, saya tak mau pikir panjang. Saya minta Sekjen agar segera dipecat. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Reses di Manding, Said Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur hingga Kesejahteraan Guru Madin

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar kegiatan reses di Desa Giring, ...
EKSEKUTIF

Perkuat Agenda Kepemudaan, Bupati Trenggalek Pilih Pejabat Dispora Berbasis Kapabilitas

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan bahwa pengisian pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga ...
KRONIK

Reses di Pangarangan, Said Abdullah Salurkan Bantuan untuk UMKM dan Pengurus Musala

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, memanfaatkan masa reses dengan turun langsung ...
KRONIK

Rekrutmen Terbuka PAC PDIP, Susy Cecilia Dorong Peran Aktif Perempuan dan Kaum Muda di Politik

SURABAYA – Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia A.S., mengajak generasi muda untuk mulai ...
KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II untuk Korban Puting Beliung di Karduluk

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyalurkan bantuan stimulan tahap kedua kepada warga terdampak ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Jaring 164 Nama Calon Ketua PAC di Dapil 5 dan 6

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan mesin partai ...