SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menyampaikan ucapan selamat atas penganugerahan gelar profesor kehormatan untuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dari Seoul Institute of The Arts (SIA) pada Rabu (11/5/2022) hari ini.
Sebagai kader Partai, Kusnadi mengaku bangga atas penganugerahan gelar profesor yang untuk kedua kalinya diterima Megawati. Sebelumnya, pada Juni 2021 lalu, Presiden ke-5 RI itu menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Bidang Kepemimpinan Strategik.
“PDI Perjuangan Jawa Timur bangga, dan menyampaikan selamat atas penganugerahan Profesor Kehormatan kepada Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri dari Seoul Institute of the Arts (SIA), Korea Selatan,” ucap Kusnadi di Surabaya, Rabu.
Penganugerahan gelar profesor kehormatan dari SIA, sebut politisi yang juga Ketua DPRD Provinsi Jatim tersebut, membuktikan kepemimpinan serta kepedulian Megawati terhadap seni budaya, lingkungan hidup, pelopor penelitian dan inovasi, tak hanya diakui di dalam negeri. Tapi juga negara-negara sahabat.

Alasan-alasan itu yang di antaranya menjadi pertimbangan SIA menganugerahkan gelar profesor kehormatan tertinggi kepada Megawati.
Sementara itu, Presiden SIA Nam Sik Lee mengaku senang bisa menganugerahkan gelar profesor kehormatan kepada Presiden ke-5 RI. “Kami senang dapat menganugerahkan kepadanya hari ini, gelar Honorary Chair Professor,” ungkap Nam Sik Lee.
Menurutnya, gelar itu untuk disiplin ilmu Kebijakan Seni dan Ekonomi Kreatif. Gelar itu diberikan dengan mempertimbangkan Megawati telah menjadi pemimpin yang berani dalam membentuk politik dan negara Indonesia.
Namun pada saat yang sama, Megawati juga dengan penuh semangat mempromosikan seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk pengembangan perdamaian dan demokrasi serta peningkatan kualitas hidup.

“Dia telah menjadi pelopor penelitian dan inovasi dan telah menjadi panutan bagi generasi masa depan,” jelasnya. (Baca juga: Tiba di Seoul, Megawati Bakal Hadiri Pelantikan Presiden Korsel hingga Terima Gelar Profesor)
Dia juga menyampaikan, bahwa SIA telah menjadi yang terdepan dalam eksperimen dan inovasi seni dan pendidikan di Korea. Dan SIA telah menghasilkan banyak pemimpin industri di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Seoul Institute of the Arts adalah tempat lahirnya Korean Wave, yang disebut Hallyu yang terus mengejutkan dunia dengan konten kreatif yang memukau,” imbuh Nam.
Dia juga menjelaskan bahwa dalam 8 tahun terakhir, SIA telah berkolaborasi dengan Indonesia melalui kelas gamelan, pertukaran desain Tipografi, dan Pameran Ciptaan Alam oleh Desain serta lokakarya dan proyek yang tak terhitung jumlahnya.

SIA juga berencana untuk memulai World Music Center di mana musik Indonesia akan menjadi bagian penting.
“Kami tertarik untuk merekrut banyak pelajar Indonesia yang ingin belajar di sini untuk menjadi aktor, desainer, musisi, dan pembuat film yang akan menginspirasi dunia. Kami juga mencari siswa yang dapat memainkan musik Indonesia dan yang akan berkolaborasi dengan musisi Korea untuk menghasilkan karya baru yang luar biasa yang akan menarik bagi orang Korea dan Indonesia,” bebernya.
Maka itu, SIA ingin mengundang dan sekaligus mengirim profesor terkemuka untuk belajar mengenai seni dan budaya di kedua negara.
“Madam Megawati, dengan bangga kami mengundang Anda sebagai Ketua Kehormatan Profesor Institut Seni Seoul. Kami ingin mendapatkan kebijaksanaan dan pengetahuan tentang bagaimana berkolaborasi dengan budaya Indonesia dengan lebih baik. Mari kita bersama-sama menciptakan Gelombang Asia baru yang akan menyapu dunia,” pungkas Presiden Nam. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS