TULUNGAGUNG – Bupati Maryoto Birowo menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung saat siswa diperbolehkan masuk sekolah kembali meski dengan terbatas.
Hal ini menyusul penurunan level PPKM, dari level 4 sekarang Kabupaten Tulungagung masuk level 3.
“Sesuai Inmendagri No 38 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Kabupaten Tulungagung yang sudah masuk Level 3 dapat melakukan PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas dengan kapasitas 50 persen,” terang Maryoto, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso, Selasa (31/8/2021).
Menurut kader PDI Perjuangan ini, Kabupaten Tulungagung sudah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam menghadapi penyelenggaraan PTM. Termasuk penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di sekolah-sekolah.
“Jadi semua sekolah sudah siap untuk melaksanakan PTM. Pelaksanaannya pun akan memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat,” sebutnya.

Pelaksanaan PTM di Tulungagung, kata Maryoto, dapat dilaksanakan mulai pekan depan. “Kami pun nanti akan ada vidcon dengan gubernur. Kepastiannya nanti mungkin dalam vidcon itu,” jelas dia.
Soal sebagian gedung sekolah saat ini masih dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) pasien Covid-19, menurutnya, isoter tersebut akan segera digeser jika PTM dimulai.
Dia menyebut banyak alternatif yang bisa digunakan untuk tempat isoter, selain di gedung sekolah. “Bisa juga di tempat kampung tangguh. Itu kan sudah tersedia. Apalagi satu kecamatan satu tempat isoter,” paparnya.
Dia pun berharap kasus Covid-19 terus melandai di Kabupaten Tulungagung. Jangan sampai masyarakat lantas abai dengan prokes setelah masuk dalam pemberlakuan PPKM Level 3.
“Warga tetap harus disiplin melaksanakan 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Begitupun dengan 3 T (testing, tracing dan treatment) tetap dilaksanakan pula,” tutur Maryoto. (atu/pr)