Kamis
08 Oktober 2026 | 5 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masih Zona Orange, Bupati Kediri Belum Izinkan Wisata Kelud Dibuka

pdip-jatim-dhito-jumat-ngopi-050321

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana belum bisa memenuhi keinginan sejumlah perwakilan tukang ojek, yang menghendaki agar Pemerintah Kabupaten Kediri segara membuka kembali Objek Wisata Gunung Kelud yang berlokasi di desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar. 

Menurut Bupati berusia 28 tahun tersebut, untuk saat ini situasinya masih belum memungkinkan lantaran Kabupaten Kediri masih dalam status zona orange Covid -19. 

“Terkait gunung Kelud ini memang sangat dilematis. Sekarang Gunung Kelud kalau kita buka tempat pariwisatanya, pasti semua tempat pariwisata di kabupaten ini minta dibuka. Saya rasa kondisi masih belum memungkinkan. Kita masih zona orange, kecuali kalau sudah masuk zona hijau, baru kita berani buka,” kata Hanindhito. 

Itu dia utarakan di depan perwakilan sejumlah tukang ojek yang tergabung dalam Paguyuban Among Karyo Satrio Kelud yang menghadiri acara “Jumat Ngopi” (ngobrol persoalan dan diskusi) di Pendopo Kabupaten Kediri, Jumat (5/3/2021). 

Andis perwakilan tukang ojek asal Sugihwaras menjelaskan kedatangannya bersama beberapa temannya ke pendopo sekadar menanyakan secara langsung kepastian dibukanya kembali objek wisata Gunung Kelud. 

“Soalnya dulu pas pertemuan di Desa Manggis, beliau berkata apabila menjadi bupati nanti akan sesegera mungkin untuk membuka pariwisata di Gunung Kelud. Dan saya hari ini cuma mengulangi pertanyaan lagi, dan saya ingin menanyakan bagaimana solusinya,” beber Andis. 

Pemkab menutup sementara lokasi wisata sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran Covid -19 . Banyak tukang ojek yang biasa mangkal di sana terpaksa harus kehilangan pendapatan setiap harinya. Andis mengaku pada hari biasa ia bisa mendapatkan 1 atau 2 kali penumpang. 

“Untuk satu kali tarik pulang pergi biayanya antar Rp 50 ribu, tidak bisa ditentukan terkadang dapat penumpang 1 sampai 2, kadang gak narik. Tapi kalau ada agenda besar atau momentum liburan omset yang kita dapat Rp 100 -300 ribu,” ujarnya. 

Semenjak lokasi wisata Gunung Kelud ditutup, banyak tukang ojek yang harus kembali ke profesi semula yakni sebagai peternak dan petani. 

Jumlah  tukang ojek yang tergabung dalam Paguyuban Among Karyo Satrio Kelud ada sekitar 185 anggota. Setiap harinya mereka ini biasanya mangkal di parkiran mobil mengantar wisatawan hingga sampai area kawah gunung Kelud. (putera)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...