
BOGOR – Presiden Joko Widodo untuk sementara menghentikan kebiasaannya membagikan sepeda kepada masyarakat untuk menjaga situasi kondusif di tengah masa kampanye Pilpres 2019.
“Karena mulai kemarin, saya enggak boleh lagi bagi sepeda,” kata Jokowi saat acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Lapangan Luar Stadion Pakansari Kabupaten Bogor, Selasa (25/9/2018).
Di akhir acara, Jokowi sempat menawarkan kepada ribuan warga penerima sertifikat untuk maju ke panggung bersamanya. “Bapak Ibu ada yang mau maju enggak?” tanya dia.
Namun, Jokowi mengatakan tidak ada lagi bagi-bagi sepeda seperti yang biasa dilakukannya. “Serunya Bapak Ibu kalau diberi sepeda, jadi karena enggak boleh enggak ada yang maju lagi,” katanya.
Presiden Jokowi sebelumnya telah menyatakan siap mengikuti seluruh aturan KPU dalam berkampanye Pilpres. Terlebih juga beberapa bulan lalu, Bawaslu) RI sudah mengimbau Jokowi supaya tidak melakukan pembagian sepeda setelah berstatus calon presiden.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masa kampanye telah ditetapkan mulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019.
Pada kesempatan itu, Presiden membagikan sebanyak 7.000 sertifikat kepada warga di wilayah Bogor dan sekitarnya. Sebanyak 4.000 sertifikat di antaranya untuk masyarakat di Kota Bogor dan 3.000 sertifikat selebihnya untuk masyarakat di Kabupaten Bogor.
Sementara itu, saat membuka Muktamar IX Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Persis) di Jakarta, Pesiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan persaudaraan. Jangan sampai persatuan dan persaudaraan rusak karena pesta demokrasi lima tahunan.
“Enggak apa-apa kok berbeda pilihan. Berbeda pilihan dalam memilih wali kota, bupati, presiden juga boleh. Tidak ada yang melarang,” kata Jokowi.
“Tapi jangan yang namanya ukhuwah islamiah dan watoniyah kita dikorbankan. Rugi besar kita,” tambah capres petahana ini.
Jokowi mengatakan tak bosan-bosannya mengingatkan hal ini karena sudah melihat sendiri adanya sebagian masyarakat yang tak lagi saling bertegur sapa karena perbedaan pilihan politik.
Bahkan, ada yang sampai saat ini masih terus berseteru karena perbedaan pilihan di 2014 lalu, saat Jokowi bersama Jusuf Kalla berhadapan dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. “Sudah empat tahun pilpres masih dibawa sampai sekarang, ada,” ujarnya.
Jokowi berharap hal tersebut terulang. Siapa pun pemenang dari Pilpres 2019, dia menegaskan bahwa persatuan antaranak bangsa harus tetap terjaga.
“Jangan sampai, saya titip, harmoni yang sudah berjalan lama, kita menjadi kelihatan terpecah, terbelah gara-gara pesta demokrasi lima tahun sekali,” ucapnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









