Rabu
07 Oktober 2026 | 6 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Salurkan Beasiswa Bagi Anak Yatim Akibat Covid, Ini Besarannya

pdip-jatim-210915-maryoto-beasiswa

TULUNGAGUNG – Sebanyak 65 anak yatim dan anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Tulungagung mendapat bantuan sembako dan beasiswa dari Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Rabu (15/9/2021).

Dalam acara pemberian sembako dan beasiswa yang dilakukan secara simbolis pada perwakilan anak yatim dan anak yatim piatu di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tersebut, Maryoto sekaligus melaunching program Sapa Si Yatim.

Program Sapa Si Yatim ini merupakan akronim dari sehat, pemenuhan adminduk, psikososial, asuhan, sekolah dan infaq berkelanjutan bagi yatim.

“Ini merupakan kepedulian kami pada anak-anak yatim dan anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Mereka butuh kepedulian dari kita pemerintah dan masyarakat,” terang Maryoto Birowo usai acara.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, di Tulungagung sampai sekarang terdata 65 anak mulai dari usia SD/MI sampai jenjang SMA/SMK/MA  yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka semua kini menjadi sasaran dari program Sapa Si Yatim.

Bagi anak yatim dan anak yatim piatu yang masih SD/MI diberi beasiswa masing-masing Rp 210 ribu per bulan. Kemudian yang SMP/MTs sebesar Rp 270 ribu per bulan dan SMA/SMK/MA sebesar 330 ribu per bulan.

Bupati Maryoto Birowo menyatakan program Sapa Si Yatim merupakan program berkelanjutan. Apalagi program ini juga didukung dan bersinergi dengan Baznas Tulungagung dan Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

“Kami berharap anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena Covid-19 ini dapat tumbuh menjadi insan yang genius. Genius merupakan singkatan dari  gesit, empati, berani, unggul dan sehat dalam menggapai prestasi,” paparnya.

Dia memastikan dengan program Sapa Si Yatim, kebutuhan anak-anak tersebut dapat terpenuhi. Selain itu juga untuk memastikan kebutuhan lainnya berupa pendampingan psikososial, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan dapat terpenuhi.

Data Pemkab Tulungagung menyebutkan dari 65 anak yatim atau anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19 yang terbanyak berasal dari Kecamatan Kedungwaru dengan jumlah 10 anak.

Setelah itu disusul Kecamatan Kauman berjumlah sembilan anak dan Kecamatan Karangrejo sejumlah delapan anak. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...
SEMENTARA ITU...

Cak Ji dan Risma Sapa Lansia dan Warga Pra-Sejahtera Peserta Periksa Mata Gratis

SURABAYA – Akses pemeriksaan mata bagi lansia dan warga pra-sejahtera perlu terus dibuka. Sebab, gangguan ...
SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...