JAKARTA – Menyambut Ramadhan 1443 H, PDI Perjuangan menggelar acara “Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng”, di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Minggu (10/4/2022).
Acara yang menghadirkan budayawan kondang Emha Ainun Najib alias Cak Nun ini diselenggarakan DPP PDI Perjuangan bersama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan pusat.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng ini diawali dengan acara buka puasa bersama dilanjutkan ceramah Cak Nun dan penampilan Kyai Kanjeng, grup musik yang mengolaborasikan gamelan dan alat musik modern.
“Cak Nun dikenal sebagai sosok budayawan, pemikir Islam-Kebangsaan, dan begitu menyelami persoalan rakyat,” beber Hasto Kristiyanto, dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (9/4/2022).

“Kehadiran Cak Nun dengan Kyai Kanjengnya mengusung semangat Sunan Kalijaga yang begitu menyelami kebudayaan Nusantara dan sekaligus menggelorakan rasa cinta tanah air yang berdiri kokoh pada kebudayaan Nusantara,” imbuhnya.
Menurut Hasto, guna menghadirkan semangat Indonesia yang berdaulat di bidang pangan, rombongan Cak Nun dalam acara buka puasa bersama akan mendapat sajian menu khas Nusantara yang dimasak Dapur Umum Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan.
“Menu makanan buka puasa, juga ditampilkan sayur lodeh Bung Karno, aneka makanan rebusan dan secara khusus untuk makanan gorengan akan dilakukan dengan minyak kelapa yang dibuat sendiri oleh Baguna,” jelas Hasto.
Dia menambahkan, kehadiran Cak Nun dan Kyai Kanjeng tersebut semakin menyemarakkan kegiatan selama bulan suci Ramadhan yang diselenggarakan Bamusi dan BKN PDI Perjuangan. “Kembali PDI Perjuangan membuktikan dirinya sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya,” pungkasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










