Jumat
02 Oktober 2026 | 10 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Marak Orangtua Polisikan Guru, Eri Cahyadi Ingatkan pentingnya Sinergi Sekolah dan Keluarga

pdip-jatim-250721-moot-sby-2-EC

SURABAYA – Fenomena guru dilaporkan ke polisi oleh orangtua siswa belakangan ini menjadi sorotan. Wali Kota Eri Cahyadi menyikapi fenomena tersebut saat membuka kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah, Minggu (20/7/2025).

Di acara daring dan luring tersebut menjadi wadah bagi Eri untuk menekankan peran krusial keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

Eri mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Dia menegaskan, tindakan disiplin dari guru seharusnya tidak langsung disikapi dengan pelaporan ke polisi.

“Kalau hanya karena dimarahi, jangan langsung melapor. Ajak guru berdialog, pahami duduk persoalannya. Guru dan orangtua itu mitra, bukan lawan,” tegas Eri Cahyadi.

Namun, dia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik tetap tidak bisa ditoleransi. Jika ada kejadian seperti itu, langkah hukum menjadi jalan terakhir yang tepat.

Untuk persoalan yang hanya berkaitan dengan disiplin atau miskomunikasi, dialog dan musyawarah lebih diutamakan.

“Baik guru maupun orang tua, marilah kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan hindari tindakan lapor polisi untuk perselisihan ringan,” ajaknya.

“Kunci untuk menciptakan sinergi dalam mendidik adalah komunikasi dan pengertian, sehingga anak-anak dapat memandang guru sebagai bagian dari figur orang tua mereka,” imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Eri juga memperkenalkan konsep “MPLS Ramah” dengan slogan “Sekolahku adalah Rumahku, Guruku adalah Orang Tuaku”.

Filosofi tersebut, menurutnya, harus tertanam sejak awal tahun ajaran sebagai bentuk pendekatan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang dan kedekatan emosional.

Eri mengajak orangtua ikut mengevaluasi diri jika anak melakukan pelanggaran, seperti terlibat geng motor, bullying, atau penyalahgunaan minuman keras. “Jangan langsung menyalahkan anak atau guru. Tanyakan dulu, apa yang luput dari perhatian kita sebagai orang tua?” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Pemkot Surabaya bersama Satgas Kampung Pancasila juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perda Pilkades Trenggalek Disahkan, Doding Rahmadi Ajak Warga Kawal Pelaksanaannya

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek mengesahkan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Soroti Ruang Fiskal Jember, Minta Anggaran Tak Berhenti di atas Kertas

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghitung ulang ruang ...
LEGISLATIF

DPR RI Kaji Kepastian Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memunculkan persoalan baru di bidang hak kekayaan intelektual (HKI), ...
KRONIK

Kick Off Hari Santri 2026, Bupati Fauzi: Momentum Perkuat Kebersamaan dan Menghargai Perjuangan para Pendahulu Kita

SUMENEP – Memperingati Hari Santri 2026, PCNU Sumenep resmi menggelar Kick Off Hari Santri 2026 di Aula Al-Ikhlas ...
KRONIK

Karhutla Gunung Botak Belum Padam Sepenuhnya, Wabup Ngawi Prioritaskan Permukiman Warga

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, belum ...
KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...