Selasa
03 November 2026 | 10 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mahfud MD: Hati-hati, Kami Adalah Peluru Tak Kerkendali untuk Berantas Korupsi!

pdip-jatim-231210-mmd

BANDUNG – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD bakal menindak tegas para koruptor yang berani memakan uang negara. Cawapres pendamping Calon Presiden Ganjar Pranowo ini mengibaratkan dirinya akan menjadi peluru tak terkendali untuk memberantas korupsi.

“Siapa yang makan uang rakyat, hati-hati bahwa kami (Ganjar – Mahfud) adalah peluru tak terkendali untuk memberantas korupsi. Kami berani, maka koruptor pun menjadi ngeri,” kata Mahfud, saat berorasi di Hari Anti Korupsi Sedunia di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023).

Mantan hakim MK itu mengatakan, pasangan Ganjar-Mahfud memegang teguh tiga prinisip dalam memberantas korupsi di negeri ini.

“Ganjar-Mahfud memegang tiga prinsip utama atau janjinya, taat kepada Tuhan, patuh pada aturan hukum dan setia kepada rakyat,” paparnya.

Dia menyebut korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat parah dan menyengsarakan rakyat. Bahkan berdampak pada tingginya harga bahan makanan hingga ketersediaan lapangan kerja.

“Korupsi membuat penyediaan layanan publik seperti kesehatan, pendidikan jadi tidak efisien dan mahal menyebabkan rakyat susah, karena berpikir korupsi akan membuat perizinan usaha sulit dan bisnis tidak mendapat kepastian hukum,” jelas Mahfud.

Dia pun menegaskan sangat tidak setuju jika korupsi disebut sebagai budaya bangsa Indonesia. Dia bahkan menyebut korupsi sebagai kebiadaban.

“Ganjar-Mahfud sangat tidak setuju kalau ada yang mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi budaya di Indonesia. Menurut saya korupsi bukanlah kebudayaan tapi kebiadaban,” tandas Mahfud MD.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa korupsi bukan kebudayaan tapi kebiadaban. Kebiadaban yang harus ditumpas habis dari muka bumi Indonesia tercinta,” sambungnya.

Korupsi, kata Mahfud, merusak bahkan menghancurkan berbagai sendi kehidupan manusia di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

“Korupsi merusak demokrasi, merusak birokrasi, merusak aparat penegak hukum, bahkan juga merusak kehidupan agama dan berkeyakinan,” sebut Mahfud.

Kemudian Mahfud mengajak para relawan untuk bersama-sama terlibat dalam pemberantasan korupsi.

“Apakah saudara mau bersama Ganjar Mahfud memberantas korupsi?” tanya Mahfud kepada relawan. “Sanggup,” jawab relawan kompak. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...