Selasa
13 Oktober 2026 | 10 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Luncurkan Aplikasi Digdaya, Fauzi: Kita Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-10052021

SUMENEP- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) meluncurkan aplikasi sistem informasi desa, Data Integrasi Desa Berdaya (Digdaya). Peluncuran yang dilakukan secara virtual itu diikuti diikuti oleh seluruh camat, 330 kepala desa, calon operator desa se-Kabupaten Sumenep.

Aplikasi Digdaya itu dapat mempercepat pengelolaan data desa, seperti data kependudukan, sarana prasarana, anggaran desa sehingga pelaksanaanya dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi., SH., MH., menyatakan, ketersediaan data yang lengkap sangat penting untuk membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan mendistribusikan pelayanan dengan baik.

“Jadi, ketersediaan data desa di profil desa juga memudahkan Pemdes dalam perencanaan dan penganggaran dalam bentuk metode perencanaan partisipatif, analisis masalah. dan potensi desa, yang berdampak pada penyusunan anggaran dan belanja desa,” kata Fauzi, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, berbagai daerah berlomba-lomba memanfaatkan data menggunakan skema big data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik hingga akses terhadap pelayanan kesehatan.

Selain itu, tambah Fauzi, Digdaya bisa mempercepat pelayanan desa. Selama ini pelayanan administrasi yang konvensional menyita waktu, sehingga aplikasi itu sebagai Sistem Informasi Desa (SID) guna membantu mempercepat waktu pelayanan desa, termasuk produk dokumen.

“Sistem informasi ini jangan hanya berkutat pada input data, namun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan Dana Desa (DD), agar dananya lebih tepat sasaran dengan adanya data yang tersedia,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga berharap, Digdaya ini jangan berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun ada tindak lanjut sebagai sebuah kebutuhan sistem yang diarahkan untuk mempermudah kerja pemerintahan desa.

“Jangan sampai aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) setelah pembuatan sistem ini, seakan-akan pekerjaan sudah selesai, padahal sistem dibangun untuk mempermudah kerja selanjutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si., mengungkapkan, pihaknya menciptakan aplikasi Digdaya sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan program smart city and smart village (kota pintar dan desa cerdas) Kabupaten Sumenep.

“Kami ingin dengan adanya Digdaya ini hasil yang dicapai, di antaranya mempercepat pelayanan desa, pemanfaatan dana desa, serta transparansi pemerintahan desa,” pungkasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...