Sabtu
29 November 2025 | 9 : 09

Libatkan Relawan Warga, Banyuwangi Punya Posyandu Khusus Tangani ODGJ

pdip-jatim-240629-posyandu-odgj

BANYUWANGI – Bumi Blambangan punya Posyandu khusus menangani pasien gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Di posyandu ini, penderita ODGJ dapat layanan pemulihan kesehatan mental, dilatih dan diberdayakan sesuai passion-nya masing-masing.

Dalam penanganan ODGJ, program gagasan Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring ini dapat pendampingan dan pengawasan tim kesehatan jiwa Puskesmas dan relawan dari masyarakat setempat. Para pasien ODGJ ini juga diberdayakan, di antaranya diarahkan sebagai pelaku seni, penjahit, hingga usaha kuliner.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melihat langsung keahlian para pasien ODGJ ini di Balai Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring, Kamis (27/6/2024). Mereka menampilkan seni jaranan, dan ada yang menabuh gamelan, hingga menjadi penari jaranan buto.

“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan, sehingga lebih mudah bagi mereka diterima masyarakat,” jelas kata Ipuk.

Dia menyebutkan, melalui program ini, para pasien ODGJ mendapat dukungan warga sekitar. Harapnnya, para pasien ODGJ bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Program ini melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan “Kader Jiwa” yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas. Saat ini total ada 10 kader jiwa yang terlibat.

Para kader ini akan menyampaikan informasi terkait keberadaan dan perkembangan kondisi pasien. Kemudian, informasi diteruskan kepada tim Puskesmas saat ada indikasi warga yang menjadi suspek ODGJ baru.

Setelah dapat informasi, tim dari Puskesmas meninjau ke lapangan. Kemudian dilakukan skrining untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang mengalami gangguan mental atau tidak.

“Skrining juga diperlukan untuk menentukan jenis penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” jelas Kepala Puskesmas Benculuk, Tatiek Setyaningsih.

Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.

Dalam proses terapi, selain ada pemberian obat secara rutin, pasien juga diberi kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Saat ini, ada 14 pasien ODGJ yang aktif memeriksakan diri ke Posyandu Jiwa di Puskesmas Bencukuk. Tim juga siaga 24 jam jika sewaktu-waktu ada laporan dari warga.

“Selain tim Puskesmas, juga melibatkan unsur Forpimka dalam penanganan ini,” pungkasnya. (rio/pr)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Widarto Diguyur Tepung di Pengujung Rapat Final Pembahasan R-APBD Jember 2026

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, S.S diguyur tepung oleh teman sejawatnya di parlemen, Jumat ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Beri Waktu Sebulan untuk Tutup Kos Campur atau Ikuti Aturan Baru

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terkait keberadaan kos-kosan campur antara ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Tulungagung Dorong Pemkab Serius Perbaiki DTSEN

TULUNGAGUNG – Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat lebih serius ...
KRONIK

Kanang Serahkan Bantuan Ambulans untuk Yayasan ODGJ di Ngawi

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk Yayasan ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Pemerintah Sigap Tanggap Darurat Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas rangkaian banjir dan ...
KRONIK

Erma Pimpin Launching Uca Kopi, Produk UMKM Masyarakat Tanggunggunung dan PWRI Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti memimpin peluncuran produk olahan kopi ...