Selasa
01 September 2026 | 5 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lawan Pandemi, Jokowi Desak PBB Penuhi Akses Obat-obatan dan Vaksin

pdip-jatim-jokowi-151120-1

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebutkan, tahun 2020 sangat krusial bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut dia, di tahun ini PBB harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam melawan pandemi.

“Pertama, PBB harus mengembalikan kepercayaan terhadap multilateralisme,” kata Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB secara virtual, Minggu (15/11/2020).

“Kepercayaan akan tumbuh jika multilateralisme dapat memenuhi harapan masyarakat dunia khususnya dalam melawan pandemi,” tambah dia.

Dalam jangka pendek, lanjut Jokowi, PBB harus mampu memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin bagi seluruh masyarakat dunia. Sementara, dalam jangka panjang, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi baru.

Jokowi kemudian menyampaikan sejumlah sistem dan mekanisme yang berhasil dibentuk ASEAN untuk menghadapi pandemi.

Mulai dari ASEAN Response Fund for Covid-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework.

“Kami yakin, perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi pondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global,” ujarnya.

Jokowi juga mendorong PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi. Jokowi mengaku prihatin menyaksikan adanya intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama di tengah situasi pandemi sekarang ini.

“Kalau ini dibiarkan maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,” ucapnya.

Menurut Jokowi, saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerja sama untuk mengatasi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, lanjut Jokowi, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

“Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme,” tegas Jokowi.

Dia pun mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

“Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PAK APBD 2026 Naik Rp149,62 M, DPRD Kota Malang Minta Anggaran Dikembalikan ke Rakyat

MALANG — Proyeksi kenaikan belanja daerah Kota Malang sebesar 6,03 persen atau Rp149,62 miliar dalam Perubahan APBD ...
LEGISLATIF

Komisi C DPRD Jatim Suntik Rp4,6 Miliar ke 23 OPD, Fuad: Untuk Optimalkan PAD

SURABAYA — Komisi C DPRD Jawa Timur merekomendasikan tambahan anggaran Rp4,6 miliar untuk 23 organisasi perangkat ...
KRONIK

PBNU Punya Pemimpin Baru, Gus Falah Dorong NU Semakin Solid dan Berdaya bagi Umat

JAKARTA — Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan tidak hanya mampu menjaga ...
LEGISLATIF

Terima 9.205 Aduan Warga, Puan: Kritik Jangan Jadi Jarak antara Rakyat dan DPR

JAKARTA — Sebanyak 9.205 pengaduan masyarakat diterima DPR RI sepanjang 15 Agustus 2025 hingga 13 Agustus 2026. ...
EKSEKUTIF

Eri Ultimatum Pengelola Parkir: Masih Terima Tunai, Jukir hingga Pejabat Dishub Diganti

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan ultimatum keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Pahlawan. ...
KRONIK

DPRD Jember Khawatir Artefak Sejarah Hilang, Minta Data Cagar Budaya Diperbarui

JEMBER – DPRD Jember mengkhawatirkan benda dan situs bersejarah di daerah itu hilang sebelum sempat dilindungi ...