Jumat
14 Agustus 2026 | 8 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lautan Manusia Banjiri Shalawat Kebangsaan di Kota Madiun, Gus Ali Gondrong Ajak Masyarakat Pilih Ganjar-Mahfud

pdip-jatim-240119-gua-ali-gondrong-madiun-1

MADIUN – Lautan manusia membanjiri lapangan Gulun, Kota Madiun, dalam Shalawat Kebangsaan oleh KH. M. Ali Shodiqin atau Abah Ali, atau Gus Ali Gondrong, dari Surakarta, Kamis (18/1/2024) malam.

Meski suasana gerimis, sejak pukul 19.00 WIB, belasan ribu Mafia Shalawat (sebutan jamaah Gus Ali Gondrong) dari berbagai daerah sudah mulai menyemut di setiap sudut lapangan.

Setelah menunggu beberapa jam, sekitar pukul 21.00 WIB, Abah Ali pun hadir dan langsung memimpin Shalawat Kebangsaan.

Kehadiran Gus Ali Gondrong, disambut riuh gempita jamaah. Sembari mengibarkan panji-panji shalawat, jamaah Mafia Shalawat larut dalam puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW serta doa-doa yang dipanjatkan kepada Ilahi Rabbi.

Tak lupa, Abah Ali juga berpesan agar umat Islam memperbanyak shalawat, terlebih lagi saat ini memasuki tahun politik, membaca shalawat perlu diintensifkan di tengah-tengah masyarakat.

Karena, jelas Gus Ali Gondrong, shalawat bisa menenteramkan hati dan akan meredam suasana yang mulai memanas akibat perbedaan pilihan politik, terutama menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

“Santai mawon (santai saja). Beda itu nggak masalah. Demi Allah saya bersumpah, kalau calonnya tiga, itu tetap putra terbaik Indonesia semuanya. Demi Allah saya nggak ingin perbedaan ini menjadi perpecahan kita, perpecahan bangsa,” tutur Abah Ali disambut tepuk tangan para jamaah.

Menyikapi tahun politik 2024, dia juga berpesan kepada Mafia Shalawat agar cermat dalam memilih pemimpin, terutama presiden dan wakil presiden.

Rekam jejak, integritas dan kapasitas calon presiden-calon wakil presiden (Capres-Cawapres) menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh rakyat.

“Karena itu, pilihan yang tepat untuk Indonesia ke depan adalah Ganjar Pranowo-Mahfud MD,” sebutnya.

Menurut Gus Ali, Indonesia saat ini darurat korupsi. Karena itu, memilih Ganjar Pranowo berarti memilih masa depan yang bersih dari korupsi.

Ditambah lagi dengan adanya Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), sebagai pendampingnya, maka pemberantasan korupsi akan semakin getol dilakukan.

Selain darurat korupsi, sebut Gus Ali Gondrong, Indonesia juga darurat radikalisme yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, banyak pihak-pihak yang ingin Indonesia bercerai-berai, saling bermusuhan, dan terpecah belah.

“Saya orang Jawa Tengah, dua periode dipimpin Pak Ganjar, beliau sangat getol memberantas korupsi. Dan Pak Mahfud MD juga profesor, santri, intelektual dan negarawan, bukan politikus. Beliau dikenal sebagai seorang pendekar penegakan hukum,” beber Gus Ali Gondrong.

“Dua ribu dua empat Ganjar Pranowo,” pekik Abah Ali diikuti para jamaah. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari: Subsidi Pendidikan Harus Diperkuat, Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena Biaya

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, meminta negara memperkuat intervensi di sektor ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumlah Warga Miskin 58,38 Ribu

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan ...
KRONIK

Bupati Lukman Ingatkan Bahaya Polarisasi Digital: “Jangan Telan Mentah-Mentah Opini Medsos”

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa tantangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Minta Capaian Pemerintah Diuji dengan Kondisi Riil Masyarakat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, minta capaian pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo ...
KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...
KRONIK

Kisah Nenek Tumisah di Sidoarjo: Hidup Bersama Cucu, Kesulitan Makan hingga Menunggak Biaya Sekolah

SIDOARJO — Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi ganjalan nyata bagi sebagian warga di ...