Selasa
16 Juni 2026 | 10 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Larungan 1 Suro, Bupati Sugiri: Doa dalam Bentuk Tradisi dan Budaya

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-23072023

PONOROGO – Larungan merupakan prosesi terakhir dalam rangkaian Grebeg Suro Ponorogo untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram (1 Suro). Larungan tahun ini pada Rabu (19/7/2023), tepat pada 1 Muharram 1445 H. Larungan sendiri akan dilaksanakan di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel.

Ada lima buceng yang terdiri atas satu buceng, besar berisi nasi merah, dan empat buceng lainnya, berukuran lebih kecil, berisi sayuran dan buah-buahan.

Sebelum pelarungan, ada prosesi upacara dan doa agar buceng porak itu menjadi lebih berkah. Setelahnya, kelima buceng diarak mengelilingi Telaga Ngebel.

Usai diarak, saat buceng sudah sampai kembali di tempat awal (depan dermaga), satu buceng besar itu kemudian dilarung menggunakan rakit. Sementara buceng lainnya pun dipurak oleh warga –sesuai namanya, buceng porak.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa larungan adalah doa yang dikemas dalam bentuk tradisi dan budaya. Pertunjukan tari-tarian dan selawat pun dilantunkan dalam mengiringi larungan agar lebih sakral. Simbol-simbol doa diimplementasikan dalam bentuk buceng sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

“Agar simbol-simbol ini menunjukkan kalau kita patuh kepada Gusti Allah. Ini juga penting untuk menghormati para leluhur,” ujar Bupati Sugiri yang hadir bersama keluarganya dan Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo, Lisdyarita.

Menurut Bupati Sugiri, dengan adanya larungan, penting dalam hal menguri-uri tradisi budaya lokal. Selain itu juga bisa lebih memanjatkan rasa syukur atas apa yang diberikan Tuhan selama hidup. Tak hanya manusia yang memperoleh berkah, namun hewan-hewan dan tumbuhan juga merasakan hal yang serupa.

“Betapa bersyukurnya kita kepada Allah. Ikan-ikan dikasih beras merah biar lebih sehat,” jelasnya.

Agar lebih meriah, politisi PDI Perjuangan itu berencana ingin membesarkan tradisi itu dengan cara lain. Seperti menambahkan buceng yang berisi produk-produk UMKM dari desa-desa se-Kabupaten Ponorogo.

“Mudah-mudahan tradisi ini bisa kita besarkan. Kami ingin ada tumpeng UMKM dari desa-desa. Nggak cuman ini saja, tapi bisa kita lombakan juga,” tuturnya.

“Nantinya Ngebel lebih menghidupi. PAD jalan, UMKM jalan, kesejahteraan masyarakat juga tercapai atas rida Allah SWT,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Tahun Baru Hijriah, Bupati Ipuk Minta ASN Tebar Kepedulian dan Perkuat Kolaborasi Layani Masyarakat

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh ASN bergotong royong menyalurkan donasi untuk ...
KRONIK

Di Istana Gebang, Seniman-Budayawan Menitipkan Tawa dan Tangis Mereka

Renovasi Istana Gebang di Kota Blitar disambut antusias para pelaku seni dan budayawan. Bagi mereka, rumah masa ...
KRONIK

PDIP: Gelombang Aksi Mahasiswa Adalah Alarm Demokrasi yang Harus Didengar

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro menilai gelombang aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika ...
KABAR CABANG

Mas Dhito Tindak Lanjuti Arahan Megawati, PDIP Kediri Siapkan Gerakan Tanam Ketela

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan menindaklanjuti arahan ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Widarto Pastikan DPRD Jember Kawal Evaluasi Program MBG

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan SPPG maupun dapur pelaksana Program ...
KABAR CABANG

Yudi Meira Gerakkan Kader PDIP Kota Blitar Tanam Pangan Produktif di Pekarangan Rumah

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira memastikan segera menggerakkan kader memanfaatkan lahan pekarangan ...