Sabtu
19 September 2026 | 8 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Langka dan Naiknya Harga Migor, Kusnadi: Karena Permainan Supply and Demand

pdip-jatim-220308-kusnadi

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi mengatakan, kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini bukan karena stok barang yang kurang. Ini terjadi karena adanya permainan supply and demand dalam hal penjualan minyak goreng.

“Untuk meningkatkan harga suatu produk, maka kemudian dibuatlah perilaku-perilaku pasar bebas ini,” kata Kusnadi kepada wartawan di gedung DPRD Jatim, Senin (7/3/2022).

Dirinya mengungkapkan hal ini karena secara bahan baku Indonesia tidak kekurangan. Menurutnya, Indonesia masih menjadi negara penghasil kelapa sawit terbesar, sehingga sangat naif bila terjadi kelangkaan minyak goreng.

“Kita punya kelapa sawit, kita punya kelapa yang banyak. Kalau terus kemudian minyak goreng langka, rasanya gak masuk akal. Kan bahan bakunya juga berlebih,” ujarnya.

“Apalagi, sekarang ini kelapa sawit bukan hanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng. Tetapi sudah dijadikan bahan bakar seperti biodiesel. Sehingga jelas kelangkaan karena permainan supply and demand,” sebut Kusnadi

Karena itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini mendorong pemerintah lebih intens mengambil upaya cepat, untuk memastikan ketersediaan minyak goreng, dengan memutus permainan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan keuntungan pribadi. Terlebih, sebentar lagi akan memasuki Ramadan 1443 Hijriah dan Hari Raya Idulfitri.

“Di sinilah kemudian peran pemerintah harus lebih kuat lagi melakukan operasi pasar, melakukan penataan pasar yang baik. Sehingga tidak terjadi kelangkaan-kelangkaan bahan pangan khususnya minyak goreng, terutama menjelang Idul Fitri nanti,” tegasnya.

Penataan terhadap tata niaga minyak goreng, tambah Kusnadi, harus segera dilakukan agar tidak ada permainan supply and demand dari mereka yang mengeruk keuntungan pribadi, dengan meningkatkan margin keuntungan.

“Jadi kan untuk menambah margin keuntungan bagi dia, produk yang dikuasai ditahan dulu suplainya ke pasar agar kemudian meningkatkan harga tawar. Begitu harga tawar sudah sampai yang diharapkan, maka kemudian dia lepas,” beber Kusnadi.

Di sisi lain, dia juga mendorong Tim Satgas Pangan agar aktif melakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan. Namun, itu juga bukan berarti pemerintah harus membentuk kelembagaan baru dalam mengatasi persoalan kelangkaan pangan tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...
LEGISLATIF

Novita Minta Uji Kesiapan Teknis Sebelum Ekspor Satu Pintu Diterapkan

SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya uji kesiapan teknis dan operasional ...