Jumat
07 Agustus 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi InJourney, Novita Hardini Pertanyakan Strategi Indonesia Jadi Hub Global Pariwisata

pdip-jatim-260118-injourne-NH

JAKARTA — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini, minta dorongan strategis terhadap pengelolaan ekosistem pariwisata nasional saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Kamis (15/1/2026).

Dalam kesempatan itu, politisi dari daerah pemilihan Jawa Timur 7 itu mempertanyakan visi jangka panjang InJourney dalam memosisikan Indonesia sebagai hub global pariwisata, sebagaimana yang telah berhasil dilakukan oleh Singapura dan Abu Dhabi.

“Singapura dan Abu Dhabi membangun hub pariwisatanya dengan visi jangka panjang yang konsisten, lintas sektor, dan terintegrasi. Pertanyaannya, visi besar InJourney ke depan itu apa? Bagaimana Indonesia bisa menjadi hub global dimasa depan, mengingat posisi Indonesia sangat strategis. Indonesia berada di jalur perdagangan dunia. Penghubung Asia-Pasifik dan Asia-Australia. Maka, jika dikelola serius seharusnya Indonesia lebih unggul daripada Singapura dan Abu Dhabi,” tegas Novita, dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Dia menilai bahwa keinginan menjadikan Indonesia sebagai pusat pariwisata global masih jauh terlihat dari kesenjangan konektivitas yang belum ditangani secara serius. Novita menyebut, hingga hari ini, ekosistem pariwisata belum dipandang sebagai satu kesatuan utuh, melainkan masih terpecah-pecah.

Salah satu contoh konkret adalah transportasi bandara. Menurutnya, kereta bandara yang ada saat ini belum ramah bagi wisatawan asing, minim informasi multibahasa, informasi pemberhentian tujuan berikutnya dan belum terintegrasi optimal dengan moda transportasi publik seperti TransJakarta maupun sistem transportasi perkotaan lainnya.

“Bagi wisatawan asing, pengalaman pertama mereka tentang Indonesia itu dimulai dari bandara. Kalau dari bandara saja sudah membingungkan, kita kehilangan nilai jual sebagai destinasi global,” ujarnya.

Dia melihat Injourney belum mampu memanfaatkan potensi destinasi wisata di sekitar bandara untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi transit yang menarik, bukan sekadar titik singgah.

Novita mencontohkan berbagai atraksi yang seharusnya bisa dikoneksikan secara sistematis dengan bandara. Seperti factory outlet, pusat hiburan, dan wahana wisata tematik, yang dapat mendorong wisatawan asing untuk memperpanjang masa tinggal (length of stay).

“Kalau transit 5–6 jam saja sudah bisa belanja, menikmati atraksi wisata, dan merasakan pengalaman Indonesia, maka perputaran nilai ekonominya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Kita bandingkan dengan Bangkok. Svarnabhumi Airport menuju Factory Outlet hanya sekitar 5- 10 menit saja. Di Jakarta perlu menempuh 1- 2 jam menuju Factory Outlet atau atraksi wisata lainnya

Tak hanya di Jakarta, Novita juga melihat konektivitas bandara dengan destinasi wisata daerah yang dinilai belum optimal. Dia menyebut wilayah seperti Yogyakarta dan destinasi unggulan lainnya masih menghadapi persoalan serupa seperti minim integrasi antara bandara, moda transportasi yang sudah siap sedia menuju Borobudur dan paket wisata UMKM sekitar.

Novita mempertanyakan, apakah tata kelola InJourney ini sudah bisa menyajikan data kepada negara dampak positif dalam memajukan pariwisata dan UMKM daerah sejauh mana?

“Bandara seharusnya bukan hanya tempat datang dan pergi. InJourney harus mampu membangun kolaborasi dengan maskapai global untuk dapat menjadikan Indonesia tempat tujuan dan destinasi transit dunia,” tuturnya.

“In-Journey perlu mengoreksi bentuk investasi yang diperlukan. Bukan hanya berupa fisik. Namun juga layanan, dan perkuat jaringan kolaborasi global dengan maskapai terkemuka yang sering dipakai wisatawan asing. InJourney juga perlu melakukan investasi teknologi,” sambung dia.

InJourney, sebutnya, juga belum serius membangun konsep Smart Airport dan Smart Logistic sebagai tulang punggung pariwisata modern. Menurutnya, negara-negara yang sukses menjadi hub global telah menjadikan digitalisasi bandara, manajemen logistik, dan integrasi data sebagai keunggulan kompetitif.

“Kalau kita bicara hub global, maka smart airport dan smart logistic bukan pilihan, tapi keharusan. Tanpa investasi teknologi dan peningkatan kolaborasi dengan jejaring superhub global, kita akan selalu tertinggal,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai mitra kerja di Komisi VII DPR RI yang membidangi pariwisata dirinya menegaskan bahwa DPR akan terus mendorong InJourney untuk keluar dari pendekatan sektoral dan mulai membangun visi besar yang terintegrasi, lintas moda, lintas destinasi, dan berorientasi global.

“Indonesia punya modal budaya, alam, dan posisi strategis yang luar biasa. Namun, tanpa visi jangka panjang terkait deregulasi sektor penerbangan dan logistik dan konektivitas antar moda dengan destinasi wisata yang menarik, potensi itu akan terus terbuang,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...
EKSEKUTIF

Tekan Timbulan Sampah ke TPA Benowo, Eri Cahyadi Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Peran Penting P2K2, Ajak Keluarga Prioritaskan Pendidikan Anak

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengatakan bahwa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ...
SEMENTARA ITU...

Mas Dhito Beri Beasiswa dan Peralatan Las untuk Peraih Emas LKS Nasional 2026

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dan peralatan las kepada Moh. ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Targetkan Komisi Disabilitas Pertama di Indonesia Terbentuk Agustus 2026

DPRD Jawa Timur menargetkan pembentukan Komisi Disabilitas pertama di Indonesia melalui penyelesaian Raperda ...
PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...