Kamis
11 Juni 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi InJourney, Novita Hardini Pertanyakan Strategi Indonesia Jadi Hub Global Pariwisata

pdip-jatim-260118-injourne-NH

JAKARTA — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini, minta dorongan strategis terhadap pengelolaan ekosistem pariwisata nasional saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Kamis (15/1/2026).

Dalam kesempatan itu, politisi dari daerah pemilihan Jawa Timur 7 itu mempertanyakan visi jangka panjang InJourney dalam memosisikan Indonesia sebagai hub global pariwisata, sebagaimana yang telah berhasil dilakukan oleh Singapura dan Abu Dhabi.

“Singapura dan Abu Dhabi membangun hub pariwisatanya dengan visi jangka panjang yang konsisten, lintas sektor, dan terintegrasi. Pertanyaannya, visi besar InJourney ke depan itu apa? Bagaimana Indonesia bisa menjadi hub global dimasa depan, mengingat posisi Indonesia sangat strategis. Indonesia berada di jalur perdagangan dunia. Penghubung Asia-Pasifik dan Asia-Australia. Maka, jika dikelola serius seharusnya Indonesia lebih unggul daripada Singapura dan Abu Dhabi,” tegas Novita, dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Dia menilai bahwa keinginan menjadikan Indonesia sebagai pusat pariwisata global masih jauh terlihat dari kesenjangan konektivitas yang belum ditangani secara serius. Novita menyebut, hingga hari ini, ekosistem pariwisata belum dipandang sebagai satu kesatuan utuh, melainkan masih terpecah-pecah.

Salah satu contoh konkret adalah transportasi bandara. Menurutnya, kereta bandara yang ada saat ini belum ramah bagi wisatawan asing, minim informasi multibahasa, informasi pemberhentian tujuan berikutnya dan belum terintegrasi optimal dengan moda transportasi publik seperti TransJakarta maupun sistem transportasi perkotaan lainnya.

“Bagi wisatawan asing, pengalaman pertama mereka tentang Indonesia itu dimulai dari bandara. Kalau dari bandara saja sudah membingungkan, kita kehilangan nilai jual sebagai destinasi global,” ujarnya.

Dia melihat Injourney belum mampu memanfaatkan potensi destinasi wisata di sekitar bandara untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi transit yang menarik, bukan sekadar titik singgah.

Novita mencontohkan berbagai atraksi yang seharusnya bisa dikoneksikan secara sistematis dengan bandara. Seperti factory outlet, pusat hiburan, dan wahana wisata tematik, yang dapat mendorong wisatawan asing untuk memperpanjang masa tinggal (length of stay).

“Kalau transit 5–6 jam saja sudah bisa belanja, menikmati atraksi wisata, dan merasakan pengalaman Indonesia, maka perputaran nilai ekonominya akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Kita bandingkan dengan Bangkok. Svarnabhumi Airport menuju Factory Outlet hanya sekitar 5- 10 menit saja. Di Jakarta perlu menempuh 1- 2 jam menuju Factory Outlet atau atraksi wisata lainnya

Tak hanya di Jakarta, Novita juga melihat konektivitas bandara dengan destinasi wisata daerah yang dinilai belum optimal. Dia menyebut wilayah seperti Yogyakarta dan destinasi unggulan lainnya masih menghadapi persoalan serupa seperti minim integrasi antara bandara, moda transportasi yang sudah siap sedia menuju Borobudur dan paket wisata UMKM sekitar.

Novita mempertanyakan, apakah tata kelola InJourney ini sudah bisa menyajikan data kepada negara dampak positif dalam memajukan pariwisata dan UMKM daerah sejauh mana?

“Bandara seharusnya bukan hanya tempat datang dan pergi. InJourney harus mampu membangun kolaborasi dengan maskapai global untuk dapat menjadikan Indonesia tempat tujuan dan destinasi transit dunia,” tuturnya.

“In-Journey perlu mengoreksi bentuk investasi yang diperlukan. Bukan hanya berupa fisik. Namun juga layanan, dan perkuat jaringan kolaborasi global dengan maskapai terkemuka yang sering dipakai wisatawan asing. InJourney juga perlu melakukan investasi teknologi,” sambung dia.

InJourney, sebutnya, juga belum serius membangun konsep Smart Airport dan Smart Logistic sebagai tulang punggung pariwisata modern. Menurutnya, negara-negara yang sukses menjadi hub global telah menjadikan digitalisasi bandara, manajemen logistik, dan integrasi data sebagai keunggulan kompetitif.

“Kalau kita bicara hub global, maka smart airport dan smart logistic bukan pilihan, tapi keharusan. Tanpa investasi teknologi dan peningkatan kolaborasi dengan jejaring superhub global, kita akan selalu tertinggal,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai mitra kerja di Komisi VII DPR RI yang membidangi pariwisata dirinya menegaskan bahwa DPR akan terus mendorong InJourney untuk keluar dari pendekatan sektoral dan mulai membangun visi besar yang terintegrasi, lintas moda, lintas destinasi, dan berorientasi global.

“Indonesia punya modal budaya, alam, dan posisi strategis yang luar biasa. Namun, tanpa visi jangka panjang terkait deregulasi sektor penerbangan dan logistik dan konektivitas antar moda dengan destinasi wisata yang menarik, potensi itu akan terus terbuang,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...