Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kudatuli, Benih Bersatunya Rakyat yang Mampu Kalahkan Tirani

pdip-jatim-hasto-kudatuli-yogya

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menekankan peristiwa serangan 27 Juli 1996 ke kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat, atau yang dikenal dengan istilah Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) mengajarkan inti dari kekuatan moral politik, di mana pilihan jalur hukum saat itu memperkuat moral pejuang demokrasi.

Kudatuli, sebut Hasto, menjadi benih perjalanan reformasi dimana kekuatan rakyat menyatu dan mampu mengalahkan tirani.  “Di balik jatuhnya Pak Harto, Ibu Megawati telah mengajarkan politik rekonsiliasi, berdamai dengan masa lalu dan melihat masa depan. Di situlah hadir kekuatan moral seorang pemimpin,” kata Hasto, Senin (27/7/2020).

Pemerintah Orde Baru, kata Hasto, selalu memilih jalan kekuasaan terhadap rakyatnya sendiri. Serangan tersebut tidak hanya menyerang simbol kedaulatan partai politik yang sah, namun juga membunuh demokrasi. “Kekuasaan dihadirkan dalam watak otoriter penuh tindakan anarki,” ujarnya.

Meski kantor PDI luluh lantak, lanjut Hasto, namun sejarah mencatat, energi perjuangan tidaklah surut. Apa yang dilakukan Megawati Soekarnoputri dengan memilih jalur hukum di tengah kuatnya pengaruh kekuasaan yang mengendalikan seluruh aparat penegak hokum, sebut Hasto, sangatlah menarik.

“Tidak hanya langkah tersebut menunjukkan keyakinan politik yang sangat kuat. Lebih jauh lagi, keyakinan terhadap kekuatan moral terbukti mampu menggalang kekuatan demokrasi arus bawah. Kekuatan moral itu mendapatkan momentumnya ketika seorang hakim di Riau bernama Tobing, mengabulkan gugatan Ibu Megawati. Di sinilah hati nurani mengalahkan tirani,” paparnya.

Dia menambahkan, kekuatan moral yang sama menghadirkan politik moral ketika dengan lantang Megawati Soekarnoputri meneriakkan ‘Stop Hujat Pak Harto’.

Padahal rakyat tahu, bagaimana praktik de-Soekarnoisasi tidak hanya menempatkan Bung Karno dalam sisi gelap sejarah, namun juga keluarga Bung Karno mendapatkan berbagai bentuk tekanan dan diskriminasi politik.

Ketika Hasto menanyakan sikap Megawati terkait hal tersebut, keluarlah jawaban yang di luar perkiraannya.

“Saya tidak ingin sejarah terulang, seorang Presiden begitu dipuja saat berkuasa, dan dihujat ketika tidak berkuasa. Rakyat telah mencatat apa yang dialami keluarga Bung Karno. Karena itulah, mengapa Bung Karno selalu berada di hati dan pikiran rakyat. Kita tidak boleh dendam hanya melihat masa lalu, dan melupakan masa depan,” ucap Hasto menirukan penuturan Megawati.

Peringatan peristiwa 27 Juli di Kantor DPP PDI Perjuangan dilakukan dengan tabur bunga, doa, dan webinar. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...