oleh

Komunitas Pelukis Sediakan Lapak TPS, Begini Respon Bupati Ipuk

-Eksekutif-31 kali dibaca

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apreasiasi yang sangat tinggi pada Komunitas pelukis Artos Kembang Langit Banyuwangi, Jawa Timur, yang menyediakan lapak berbagi Teman Peduli Sesama (TPS). Lapak ini berisi berbagai kebutuhan pokok warga untuk diambil secara gratis bagi yang membutuhkan.

“Sinergi seperti ini sangat kami butuhkan dalam menghadapi masa sulit seperti sekarang. Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Semua harus bergotong royong dan saling peduli,” tutur Bupati Ipuk, Selasa (27/072021).

Bupati dari PDI Perjuangan ini juga menyampaikan terima kasih pada Komunitas Artos Kembang Langit yang telah menginisiasi program ini. Dirinya berharap, kegiatan lapak berbagi dapat menjadi inspirasi bagi komunitas yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Menurutnya, saat ini bukan lagi masanya untuk saling menyalahkan. Semua pihak harus bahu-membahu menangani berbagai dampak pandemi.

“Sebelumnya ASN telah melakukan aksi sosial. Pada hari belanja, mereka gotong-royong berbelanja beras dan menghasilkan 53 ton beras diberikan kepad warga yang terdampak PPKM. Pemkab juga menggalang gerakan membantu warung kecil/pedagang keliling/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa PPKM, di mana ASN melakukan aksi bergerak memborong dagangan warung kecil/pedagang keliling/PKL,” jelas Bupati Ipuk.

Sementara itu, Ketua komunitas pelukis Artos Kembang Langit, Imam Maskun, mengatakan Lapak Teman Peduli Sesama (Lapak TPS) adalah aksi sedekah yang mengajak warga mampu secara ekonomi untuk membantu warga lain yang terdampak pandemi dan bantuan yang diberikan bisa bermacam-macam, mulai aneka sayuran, sembako, hingga nasi bungkus.

“Siapapun boleh menaruh sedekahnya di Lapak TPS ini dan siapapun yang membutuhkan silakan mengambil apa yang ada di sini gratis,” kata Imam, saat peluncuran Lapak TPS di Banyuwangi, Senin (26/7/2021).

Imam menjelaskan program ini berawal dari diskusi komunitasnya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mengenai upaya meringankan beban warga yang terdampak pandemi.

“Sebenarnya semua ikut terdampak, termasuk para pelaku seni pun juga terdampak. Namun, kami yakin masih banyak orang yang mampu (ekonominya) dan memiliki jiwa solidaritas tinggi. Makanya, kami sepakat membuat Lapak TPS ini untuk mengajak warga saling berbagi. Ayo bersama saling membantu,” ujar Imam.

Dia menyebutkan saat ini masih ada empat Lapak TPS yang tersedia. Keempat lapak tersebut diletakkan di depan Kantor Disbudpar, Kantor Kecamatan Banyuwangi, Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga, serta areal Masjid Jamik Rogojampi.

“Lokasinya di tempat-tempat strategis, karena tujuan kami ingin menumbuhkan semangat solidaritas. Kami berharap agar setiap warga bisa tergerak untuk saling berbagi,” tuturnya. (set)