Rabu
30 September 2026 | 10 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi C DPRD Jatim Desak Evaluasi Direksi dan Tata Kelola BUMD yang Tak Capai Target

pdip-jatim-250429-fuad

SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum optimal kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu sorotan utama adalah tidak tercapainya target PAD dari sektor BUMD pada tahun anggaran 2024.

“Target PAD tersebut telah ditetapkan secara legal melalui Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024, sehingga komitmen terhadap pencapaiannya seharusnya dijunjung tinggi dalam tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Fuad Benardi di Surabaya, Kamis (4/6/2025).

Fuad menjelaskan, dari target Rp 473,110 miliar, BUMD hanya mampu merealisasikan Rp 471,687 miliar atau sekitar 99,70 persen. Ia menilai pencapaian ini menjadi catatan penting mengingat rendahnya peran BUMD sebagai sumber pendapatan strategis daerah.

Lebih jauh, Fuad menyoroti bahwa kontribusi laba BUMD terhadap PAD masih stagnan di angka 2,01 persen. Angka ini dianggap belum mencerminkan peran signifikan BUMD dalam menopang perekonomian daerah.

“Komisi C mendorong agar optimalisasi kontribusi BUMD menjadi agenda prioritas ke depan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Komisi C mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk mengevaluasi total kinerja direksi dan komisaris BUMD, khususnya yang gagal memenuhi target dividen.

“Komisi C merekomendasikan penguatan sistem pengawasan dan tata kelola BUMD secara menyeluruh guna mencegah terjadinya penyimpangan atau fraud,” kata Fuad.

Terkait rekrutmen Direksi BUMD, Komisi C menegaskan pentingnya profesionalisme. Kandidat yang dipilih harus memiliki kompetensi serta rekam jejak yang relevan dengan bidang usaha yang dijalankan agar keberlanjutan bisnis dapat terjaga.

Tak hanya fokus pada kinerja keuangan, Komisi C juga menaruh perhatian terhadap keberadaan BUMD yang dianggap tidak menjalankan fungsi ekonominya secara efektif. Beberapa di antaranya adalah PT PWU, PT JGU, dan PT Air Bersih yang dinilai menunjukkan kinerja stagnan.

“Kondisi PT PWU, PT JGU, dan PT Air Bersih telah menjadi keprihatinan tersendiri,” ujarnya.

Untuk itu, Komisi C minta Biro Perekonomian Pemprov Jatim melakukan kajian komprehensif terhadap masa depan ketiga BUMD tersebut. Kajian tersebut diharapkan melibatkan tim independen yang memiliki kapabilitas untuk memberikan penilaian obyektif dan menyeluruh.

“Perlu adanya peninjauan ulang terhadap keberadaan BUMD yang dinilai tidak produktif dan tidak prospektif,” pungkas Fuad. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Cegah Anak Mengamen, Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan Menjahit dan Usaha Gorengan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menghentikan aktivitas seorang anak yang diduga diajak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Banyuwangi Salurkan Ribuan Paket Bansos untuk Jukir, Kuli, hingga Asongan

BANYUWANGI – Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengatakan PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket ...
KRONIK

Said Abdullah: Prabowo-Megawati Akan Bertemu Lagi, Diharapkan 17 Oktober

JAKARTA – Pertemuan lanjutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri direncanakan ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...