Selasa
11 Agustus 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua LD PWNU Jatim KH Syukron Jazilan: Nilai-nilai yang Diperjuangkan PDIP Sejalan dengan Ajaran Rasulullah SAW

pdip-jatim-250314-ramadanan-dpd-kh-syukron-1

SURABAYA – Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Timur, Dr KH Syukron Jazilan, MPdI menyampaikan pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan itu dia utarakan saat menyampaikan tausiyah pengajian Ramadan di Aula Megawati Soekarnoputri, Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Jumat (14/3/2025) sore.

Menurut KH Syukron Jazilan, prinsip utama yang harus dijaga oleh setiap warga negara adalah sikap toleransi, atau dalam Islam dikenal sebagai tasamuh.

“Toleransi itu antara satu dengan lainnya saling menghormati. Di NU, toleransi ini disebut dengan dakwah ramah, di mana dakwah disampaikan dengan cara yang santun dan menyejukkan,” terang KH Syukron.

Dia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keberagaman luar biasa, dari segi budaya, suku, bahasa, dan agama.

Oleh sebab itu, toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. “Kalau tidak ada toleransi, keberagaman ini bisa menjadi ancaman serius bagi persatuan,” tuturnya.

Baca juga: Isi Tausiyah, Dr H Achmad Zuhdi MFilI Apresiasi Kegiatan Ramadan PDIP Jatim

Di tengah situasi yang penuh tantangan, KH Syukron Jazilan mengajak umat Islam untuk menjadikan ibadah puasa Ramadan sebagai momentum untuk menurunkan ego sektoral.

Menurutnya, esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hawa nafsu, termasuk menahan amarah dan kebencian.

“Puasa berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti menjaga nafsu, bukan menghilangkannya. Nafsu itu harus dijaga agar tidak mudah marah, supaya kita menjadi pribadi yang lebih tenang,” ulasnya.

Lebih lanjut, KH. Syukron Jazilan juga menekankan pentingnya sikap saling berbuat baik antar sesama manusia.

Dia mengutip kisah Nabi Musa AS yang pernah bertanya kepada Allah SWT tentang cara menyenangkan hati-Nya. Jawaban Allah SWT, beber KH Syukron, adalah dengan membahagiakan orang lain

“Ini selaras dengan perjuangan PDI Perjuangan yang selalu berpihak kepada wong cilik. Partai ini tidak hanya memperjuangkan hak-hak rakyat kecil secara politik, tetapi juga berusaha hadir dalam kehidupan sosial dengan kepedulian nyata,” sebut KH Syukron.

“Saya melihat selama ini, di Indonesia, khususnya di PDI Perjuangan, toleransi berkembang dengan sangat baik. Nilai-nilai perjuangannya sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang mengedepankan Ahlussunnah Wal Jamaah serta ajaran wasathiyah (jalan tengah). Tidak condong ke kanan, tidak juga ke kiri,” tegasnya.

Untuk itu, KH. Syukron Jazilan mendorong agar Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) sebagai organisasi sayap keagamaan PDI Perjuangan, terus berkembang dan diperkuat.

“PDI Perjuangan adalah partai politik yang besar, maka harus menjadi contoh bagi partai lain, terutama dalam hal menjaga toleransi dan keberagaman. Bamusi harus terus berkembang, karena ini bagian dari ibadah sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris PD Bamusi Jatim, Kuswari, mengungkapkan bahwa agenda pengajian Ramadan di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan terus berlanjut hingga puncaknya pada 21 Maret 2025.

Pada puncak acara Ramadaan nanti, pihaknya akan menghadirkan ulama besar Gus Muwafiq serta menggelar santunan bagi anak yatim dan janda.

“Rangkaian ceramah keagamaan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di PDI Perjuangan. Kami ingin menegaskan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya partai politik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keagamaan yang tinggi,” kata Kuswari.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menegaskan bahwa partainya berkomitmen untuk selalu menjalankan amanat Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai partai nasionalis, kami berusaha untuk selalu menjalankan amanat Pancasila, yaitu bersatu dalam perbedaan. Oleh sebab itu, agenda keagamaan kami lakukan dan kami rayakan bersama, karena tujuannya adalah senantiasa hadir bersama rakyat,” ujar Sri Untari.

Perempuan yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim itu menambahkan bahwa PDI Perjuangan terbuka untuk semua golongan, tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau latar belakang politik.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat merasa nyaman dan dihormati dalam keberagaman ini. Karena itu, menjaga toleransi dan persatuan adalah tugas kita bersama,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya, pembagian takjil makanan pembuka puasa masih dipadati masyarakat sekitar kantor DPD PDIP Jatim. Pembagian 500 paket takjil dan makanan berbuka yang berlangsung tiap hari itu juga untuk pengendara kendaraan yang melintas di jalan raya depan kantor DPD Jatim. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...