SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, menerima penghargaan bergengsi bertajuk “Penganugerahan Award Nusantara Kemilau Emas 2025” yang diselenggarakan lembaga pelestari budaya, Pasopati Cakra Nusantara.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif Sri Untari dalam merumuskan dan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur, yang dianggap sebagai langkah konkret dalam upaya pelestarian budaya lokal dan nasional.
Dalam sambutannya, Untari menegaskan, lahirnya perda ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap objek pemajuan kebudayaan yang diamanatkan dalam undang-undang, termasuk di dalamnya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, situs, serta seni pertunjukan.
“Saya selaku Ketua Komisi E DPRD Jatim telah menginisiasi Perda Pemajuan Kebudayaan, di mana semua hal dari sepuluh objek kebudayaan kita lindungi dan lestarikan. Situs hingga tradisi, semua yang berkaitan dengan peninggalan leluhur menjadi perhatian kami. Tidak hanya di Jawa, tetapi dari Jawa Timur kita ingin menurunkan semangat ini ke seluruh Nusantara,” ungkap Untari, Minggu (19/10/2025).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, Perda tersebut dirancang sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap nilai-nilai budaya yang kian tergerus arus modernisasi.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menegakkan budaya Indonesia? Dari Jawa Timur, kita tegakkan kebudayaan. Dari legislatif, kami hadir memberikan pijakan hukum yang kuat agar budaya tetap hidup dan berkembang,” imbuhnya.
Perempuan yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu menyampaikan apresiasi kepada Pasopati Cakra Nusantara yang telah menghadirkan ruang dan wadah bagi para pegiat budaya di seluruh Indonesia untuk terus berkarya dan menguatkan identitas kultural masing-masing daerah.

“Terima kasih Pasopati Cakra Nusantara telah hadir menjadi entitas pelestari kebudayaan. Kini, orang-orang budaya memiliki wadah untuk menegakkan kebudayaan daerah masing-masing. Tidak ada kebudayaan yang lebih unggul, yang ada adalah kita bersama-sama membangun dan menjaga kekayaan budaya bangsa,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya milik satu golongan, melainkan milik semua suku, agama, ras, dan kelompok sosial yang hidup berdampingan dalam semangat kebangsaan. Karena itu, menurutnya, perjuangan hari ini harus dilanjutkan melalui jalur budaya.
“Indonesia merdeka isinya adalah kita—berbagai suku, agama, ras, dan warna kulit. Bersama-sama kita menjaga dan menghidupi budaya Nusantara. Mulai hari ini, mari kita perjuangkan Indonesia lewat jalur kebudayaan,” tutur perempuan yang juga pernah menduduki jabatam Ketua Umum Dekopin tersebut.
Penganugerahan ini menjadi bentuk pengakuan atas kiprah Sri Untari sebagai inisiator regulasi pelestarian budaya yang berpihak pada kearifan lokal. Langkahnya dinilai visioner karena tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










