TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, turut mendampingi kunjungan Bupati Trenggalek ke lokasi longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Senin (3/11/2025).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu menyampaikan bahwa terdapat setidaknya tiga titik longsoran yang terjadi berdasarkan pemaparan kepala desa setempat.
Doding menjelaskan, lokasi pertama merupakan titik longsor yang menelan empat korban jiwa dalam satu keluarga. Sementara titik kedua berada di bawah lokasi tersebut, dengan kondisi tanah masih mengalami pergerakan.
“Alternatif penanganan cepatnya, dari Pemkab kita sediakan tempat pengungsian sementara. Pak Bupati sudah memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk menyediakan pengungsian. Tindak lanjutnya, hunian sementara akan disiapkan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jatim,” ujar Doding, Selasa (4/11/2025).
Baca juga: Antisipasi Potensi Longsor Susulan, Mas Ipin Siapkan Lahan yang Lebih Aman bagi Warga Depok
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa anggaran penanganan kebencanaan masih memungkinkan digunakan. Hingga Desember, masih tersedia ruang fiskal sebesar Rp3 miliar.
Wakil rakyat dari Dapil Gandusari, Karangan, Suruh itu juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat berbagai unsur yang terlibat, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.
“Penanganannya luar biasa. Semua pihak bergerak tanpa kenal lelah,” ungkapnya.
Sementara itu, warga setempat bernama Sudirman menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap warganya. Ia mengaku setuju dengan instruksi pengungsian di SDN 1 Satap Depok bila hujan deras terjadi, mengingat pergerakan tanah terus muncul tiap kali hujan turun.
Bencana longsor akibat hujan deras berkepanjangan pada Sabtu (1/11/2025) merenggut korban nyawa satu keluarga: Sarip (60), Welas (53), Fajar Puji Wibowo (19), dan Rohman (15). Satu orang selamat, Wijianto (30), mengalami luka-luka. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










