NGAWI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ngawi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Hujan berintensitas tinggi memicu jalan ambrol hingga jembatan putus di beberapa wilayah.
Salah satu jalan penghubung antar desa di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, ambrol sepanjang puluhan meter pada Sabtu (14/2/2026) setelah diguyur hujan deras selama berjam-jam.
Saat ini, titik terdampak telah memasuki tahap perbaikan dengan pemasangan bronjong berisi batu guna menahan pergerakan tanah sembari menunggu proses normalisasi.
Di wilayah lain, jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Ngrambe putus total pada Senin (23/2/2026). Peristiwa tersebut mengganggu mobilitas warga, termasuk para siswa yang setiap hari melintasi akses tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, Rabu (25/2/2026), meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Ngrambe dan Paron.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan DPRD akan segera memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi untuk mendengarkan evaluasi menyeluruh terkait banjir yang belakangan kerap terjadi.
“Jika banjir ini terjadi tanpa mitigasi yang jelas dan akurat, kejadian ini akan terus terulang kembali. Kami akan memanggil BPBD Ngawi,” tegasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu menilai banjir membawa dampak luas bagi masyarakat, mulai dari areal pertanian terendam, infrastruktur jalan rusak, hingga kerusakan rumah warga.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melakukan penanganan awal.
“Kami mengapresiasi Pemkab Ngawi yang langsung melakukan perbaikan jalan di Desa Jeblogan. Untuk jembatan di Ngrambe mungkin masih proses karena baru kemarin ambrol,” ujarnya.
Bersama Jaga Lingkungan
Pak King menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan, khususnya daerah resapan air di wilayah hulu. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan.
“Bisa saja karena serapan air di atas ada kendala, misalnya pohon gundul dan sebagainya. Tadi saya mendapat keterangan warga, hujan deras membawa material perkebunan dan sampah sehingga jembatan tidak mampu menahan dan akhirnya ambrol,” ungkapnya.
Ia berharap evaluasi dan mitigasi yang lebih terukur dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










