Jumat
09 Oktober 2026 | 2 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Fokus Edukasi Orang Tua Awasi Gawai Anak

pdip jatim 260331 ec gawai anak 1

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai anak sebagai langkah utama perlindungan di era digital.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, pengawasan penggunaan gawai tidak bisa hanya mengandalkan sekolah, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pengawasan ini sangat bergantung pada peran orang tua. Karena bagaimanapun, anak lebih banyak berada di rumah dibandingkan di sekolah,” ujar Eri, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, Pemkot Surabaya saat ini memfokuskan upaya pada peningkatan pemahaman orang tua melalui sosialisasi dan evaluasi di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kontrol penggunaan gawai berjalan efektif.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Siswa tidak diperkenankan menggunakan ponsel selama kegiatan belajar mengajar, kecuali atas instruksi guru, dan wajib menyimpannya di tempat yang telah disediakan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya tentang penggunaan gawai dan internet untuk anak, sebagai tindak lanjut dari kebijakan nasional melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Melalui aturan itu, orang tua diminta membatasi penggunaan gawai anak maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar, mengaktifkan fitur keamanan, serta aktif mendampingi aktivitas digital anak.

Selain itu, sekolah juga diwajibkan melakukan edukasi literasi digital serta mencegah akses terhadap konten berbahaya seperti kekerasan, pornografi, perundungan siber, hingga hoaks.

Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya juga akan menggelar Sosialisasi dan Gelar Wicara PUSPAGA 2026 bertajuk “Membangun Ruang Digital yang Aman untuk Anak” pada 1 April 2026.

Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan menjadi ruang edukasi bersama bagi siswa, guru, dan orang tua dalam memahami risiko penggunaan teknologi digital.

Dalam agenda tersebut, Pemkot Surabaya juga akan mendeklarasikan “Sekolah Ramah Digital” sebagai komitmen bersama menciptakan ekosistem digital yang aman melalui perlindungan, pendidikan, dan pengawasan.

Eri menegaskan, pendekatan yang dilakukan bukan pelarangan total, melainkan pembatasan dan pendampingan agar anak tetap dapat memanfaatkan teknologi secara sehat.

“Anak-anak belum memiliki kemampuan penuh untuk memilah konten. Karena itu, pendampingan orang dewasa menjadi sangat penting,” tegasnya.

Dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan pemerintah secara kolaboratif, Pemkot Surabaya berharap upaya perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...