Kamis
11 Juni 2026 | 2 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kampung Batik Okra Tembus Mancanegara, Novita Dorong Dukungan Pusat

pdip-portal-1770790663185

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendesak pemerintah pusat memperkuat kebijakan pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif. Ia menilai kampung-kampung tematik di Surabaya, khususnya Kampung Batik Okra, memiliki kapasitas menjadi model nasional pemberdayaan ekonomi rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Novita saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Selasa (10/2/2026). Menurutnya, kampung tematik tidak boleh hanya dipoles sebagai destinasi visual, tetapi harus diperkuat sebagai ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung bagi warga.

“Saya melihat peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat yang harus diperkuat kebijakannya,” tegas Novita, dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/2/2026).

Ia menyoroti aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara organik. Di Kampung Batik Okra, selain membatik, berkembang pula UMKM kopi dan kuliner yang dikelola masyarakat setempat.

Novita menilai, desa wisata yang lahir dari inisiatif warga akan menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu, dukungan lintas sektor, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dinilai menjadi kunci.

“Desa wisata harus dinilai dari pengalaman autentik yang ditawarkan, seperti belajar membatik dan mengenal produk UMKM lokal. Ini kekuatan budaya yang bisa dibawa ke panggung global,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, daya tarik Kampung Batik Okra di Jalan Kranggan VII, Bubutan itu telah melampaui pasar lokal. Pengunjung datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Mayoritas pengunjung dari kampus dan sekolah di Jakarta. Bahkan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menegaskan pengembangan kampung batik ini berangkat dari semangat pelestarian budaya. “Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan pada penguatan industri,” ujarnya.

Ridi menambahkan, produk Kampung Batik Okra kini telah beredar di berbagai daerah dan menembus pasar internasional. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing global apabila dikelola secara konsisten dan mendapat dukungan kebijakan yang tepat. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...