Jumat
06 November 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kampung Batik Okra Tembus Mancanegara, Novita Dorong Dukungan Pusat

pdip-portal-1770790663185

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendesak pemerintah pusat memperkuat kebijakan pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif. Ia menilai kampung-kampung tematik di Surabaya, khususnya Kampung Batik Okra, memiliki kapasitas menjadi model nasional pemberdayaan ekonomi rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Novita saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Selasa (10/2/2026). Menurutnya, kampung tematik tidak boleh hanya dipoles sebagai destinasi visual, tetapi harus diperkuat sebagai ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung bagi warga.

“Saya melihat peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat yang harus diperkuat kebijakannya,” tegas Novita, dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/2/2026).

Ia menyoroti aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara organik. Di Kampung Batik Okra, selain membatik, berkembang pula UMKM kopi dan kuliner yang dikelola masyarakat setempat.

Novita menilai, desa wisata yang lahir dari inisiatif warga akan menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu, dukungan lintas sektor, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dinilai menjadi kunci.

“Desa wisata harus dinilai dari pengalaman autentik yang ditawarkan, seperti belajar membatik dan mengenal produk UMKM lokal. Ini kekuatan budaya yang bisa dibawa ke panggung global,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, daya tarik Kampung Batik Okra di Jalan Kranggan VII, Bubutan itu telah melampaui pasar lokal. Pengunjung datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Mayoritas pengunjung dari kampus dan sekolah di Jakarta. Bahkan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menegaskan pengembangan kampung batik ini berangkat dari semangat pelestarian budaya. “Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan pada penguatan industri,” ujarnya.

Ridi menambahkan, produk Kampung Batik Okra kini telah beredar di berbagai daerah dan menembus pasar internasional. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing global apabila dikelola secara konsisten dan mendapat dukungan kebijakan yang tepat. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Khamim Ajak Warga Batu Buat Teba, Kurangi Sampah Organik ke TPA Tlekung

Khamim Tohari menginisiasi pembuatan tujuh titik teba di Bumiaji, Kota Batu, untuk mengolah sampah organik dari ...
LEGISLATIF

Dewanti Dorong Reboisasi Hutan Gundul Jadi Prioritas RPJMD

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong percepatan reboisasi atau penanaman kembali ...
LEGISLATIF

Harvard Kurniawan Dorong Pemkot Malang Optimalkan Lapangan Olahraga untuk Anak Muda

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang mengoptimalkan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun hingga Kediri Raya

SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendorong perluasan layanan transportasi publik Trans Jatim ke sejumlah daerah yang ...
LEGISLATIF

Saifudin Zuhri Minta Majadigi Jatim Pastikan Aduan Warga Dituntaskan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong aplikasi Majapahit Digital ...
LEGISLATIF

Budi Leksono Minta RHU Surabaya Sediakan Nakes dan Layanan Antar Pengunjung

Budi Leksono mendukung pengawasan rutin yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap seluruh tempat RHU. Pemeriksaan ...