Rabu
05 Agustus 2026 | 6 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kampung Batik Okra Tembus Mancanegara, Novita Dorong Dukungan Pusat

pdip-portal-1770790663185

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendesak pemerintah pusat memperkuat kebijakan pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif. Ia menilai kampung-kampung tematik di Surabaya, khususnya Kampung Batik Okra, memiliki kapasitas menjadi model nasional pemberdayaan ekonomi rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Novita saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Selasa (10/2/2026). Menurutnya, kampung tematik tidak boleh hanya dipoles sebagai destinasi visual, tetapi harus diperkuat sebagai ekosistem ekonomi yang memberi dampak langsung bagi warga.

“Saya melihat peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat yang harus diperkuat kebijakannya,” tegas Novita, dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/2/2026).

Ia menyoroti aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara organik. Di Kampung Batik Okra, selain membatik, berkembang pula UMKM kopi dan kuliner yang dikelola masyarakat setempat.

Novita menilai, desa wisata yang lahir dari inisiatif warga akan menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itu, dukungan lintas sektor, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dinilai menjadi kunci.

“Desa wisata harus dinilai dari pengalaman autentik yang ditawarkan, seperti belajar membatik dan mengenal produk UMKM lokal. Ini kekuatan budaya yang bisa dibawa ke panggung global,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, daya tarik Kampung Batik Okra di Jalan Kranggan VII, Bubutan itu telah melampaui pasar lokal. Pengunjung datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Mayoritas pengunjung dari kampus dan sekolah di Jakarta. Bahkan ada wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menegaskan pengembangan kampung batik ini berangkat dari semangat pelestarian budaya. “Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan pada penguatan industri,” ujarnya.

Ridi menambahkan, produk Kampung Batik Okra kini telah beredar di berbagai daerah dan menembus pasar internasional. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing global apabila dikelola secara konsisten dan mendapat dukungan kebijakan yang tepat. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Camat Awasi Perubahan Data Desil agar Bansos dan Layanan Kesehatan Tepat Sasaran

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh camat aktif memantau perubahan data kesejahteraan ...
LEGISLATIF

Sukadar Minta Anggota DPR RI Dapil Surabaya Perjuangkan Anggaran APBN untuk Pengendalian Banjir

DPRD Surabaya meminta anggota DPR RI Dapil Surabaya memperjuangkan anggaran APBN untuk mendukung program ...
LEGISLATIF

Sutardi Kolaborasikan Reses dengan Layanan Disdukcapil, Perkuat Akses Administrasi Kependudukan bagi Warga

MADIUN – Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun, Sutardi, mengkolaborasikan pelaksanaan reses dengan sosialisasi pelayanan ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Siap Pimpin Laga Soekarno Cup U-17 2026

SURABAYA – Tiga wasit perempuan berlisensi nasional dipastikan memimpin pertandingan Soekarno Cup U-17 2026, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...