oleh

Kali Pertama, Koleksi Karya Seni Istana Kepresidenan Dipamerkan

pdip-jatim-lukisan-yap-kukuhJAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pameran bertajuk “17/71: Goresan Juang Kemerdekaan”. Pameran karya seni bersejarah koleksi Istana Kepresidenan seluruh Indonesia tersebut akan digelar di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, sepanjang Agustus 2016.

Menurut Jokowi, Istana Kepresidenan adalah milik rakyat dan alangkah indahnya jika isi Istana dapat dinikmati masyarakat secara luas.

“Karya cipta yang bernilai begitu tinggi ini juga harus dilestarikan,” kata Jokowi, sebagaimana disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Selasa (12/7/2016).

Pameran ini juga merupakan wujud pertanggungjawaban Istana Kepresidenan yang mendapatkan amanah untuk merawat koleksi terbaik. “Saya ingin lukisan-lukisan ini tetap abadi dan terus-menerus bisa disajikan di hadapan publik seluruh dunia,” lanjut dia.

Istana Kepresidenan Indonesia berlokasi di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta dan Bali. Di istana kepredisenan itu tersimpan lebih dari 3.000 lukisan yang telah melalui proses kurasi sejak 2009-2010.

Di antara karya itu banyak yang menjadi bagian dari tonggak sejarah, tidak hanya karya seni tanah air, melainkan berdirinya Republik Indonesia sendiri.

Koleksi luar biasa ini bermula dari keinginan Presiden Soekarno yang dikenal memiliki selera seni sangat tinggi. Tak heran jika sebagian koleksi itu adalah hasil upaya Presiden Soekarno sendiri, yang tak segan langsung berbelanja ke berbagai galeri atau sanggar seni.

Sebagian lukisan itu juga buah tangan dari pemimpin negara-negara lain saat berkunjung ke Indonesia.

Bey Machmuddin menambahkan, pameran Karya Seni Istana Se-Indonesia itu sebagai bagian dari peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia. “Akan ditampilkan 28 lukisan terpilih hasil karya 21 pelukis dan sekitar 100 koleksi foto-foto kepresidenan,” ujarnya.

Sejumlah lukisan fenomenal yang akan ditampilkan, antara lain lukisan karya Raden Saleh, Affandi, S. Sudjono, Basoeki Abdullah, dan Dullah. Karya pelukis asing, yakni Rudolf Bonnet dan Diego Rivera, juga turut ditampilkan.

Masyarakat juga dapat menikmati lukisan karya tangan proklamator Ir Soekarno yang berjudul Rini. Lukisan itu dibuat pada 1958. (goek)

 

Koleksi lukisan Istana Kepresidenan yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut:

  1. Affandi, Laskar Rakyat Mengatur Siasat, 1946
  2. Affandi, Potret H.O.S. Tjokroaminoto, 1946
  3. Basoeki Abdullah, Pangeran Diponegoro Memimpin Perang, 1949
  4. Dullah, Persiapan Gerilya, 1949
  5. Harijadi Sumadidjaja, Awan Berarak Jalan Bersimpang, 1955
  6. Harijadi Sumadidjaja, Biografi II di Malioboro, 1949
  7. Henk Ngantung, Memanah, 1943 (reproduksi orisinal oleh Haris Purnomo)
  8. Kartono Yudhokusumo, Pertempuran di Pengok, 1949
  9. Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro, 1857
  10. S.Sudjojono, Di Depan Kelambu Terbuka, 1939
  11. S. Sudjojono, Kawan-kawan Revolusi, 1947.
  12. S. Sudjojono, Markas Laskar di Bekas Gudang Beras Tjikampek, 1964
  13. S. Sudjojono, Mengungsi, 1950
  14. S. Sudjojono. Sekko (Perintis Gerilya), 1949
  15. Sudjono Abdullah, Diponegoro, 1947
  16. Trubus Sudarsono, Potret R.A. Kartini, 1946/7
  17. Gambiranom Suhardi, Potret Jenderal Sudirman, 1956
  18. Soerono, Ketoprak, 1950
  19. Ir. Sukarno, Rini, 1958
  20. Lee Man-Fong, Margasatwa dan Puspita Nusantara, 1961
  21. Rudolf Bonnet, Penari-penari Bali sedang Berhias, 1954
  22. Hendra Gunawan, Kerokan, 1955
  23. Diego Rivera, Gadis Melayu dengan Bunga, 1955
  24. Miguel Covarrubias, Empat Gadis Bali dengan Sajen, sekitar 1933-1936
  25. Walter Spies, Kehidupan di Borobudur di Abad ke-9, 1930
  26. Ida Bagus Made Nadera, Fadjar Menjingsing, 1949
  27. Srihadi Soedarsono, Tara, 1977
  28. Mahjuddin, Pantai Karang Bolong, tahun tak terlacak (sekitar 1950an)