Minggu
12 Juli 2026 | 1 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Tak Bisa Menolak Jika Ditugaskan Maju di Pilkada DKI

pdip-jatim-ilustrasi-logo-pilkada-dkiJAKARTA – PDI Perjuangan tidak menutup peluang kader-kader terbaiknya, bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Penugasan kepada kader partai sebagai calon kepala daerah di ibukota itu dimungkinkan, jika di antara para pendaftar tak ada yang memiliki elektabilitas tinggi.

Penugasan khusus itu, jelasnya, hanya berlaku bagi kader partai. Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, atau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Hampir semua kader PDI Perjuangan siap ditugaskan,” kata Komarudin Watubun, kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, komarudin tak memungkiri adanya peluang Risma menjadi penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. “Saya bilang politik itu kemungkinan. Bisa saja terjadi,” jelasnya.

Dia mengaku memahami alasan Risma, yang beberapa kali menyatakan secara terbuka bahwa dia menolak jika dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta. Kepada wartawan, Risma menyatakan punya tanggung jawab dan amanat yang diberikan warga Surabaya kepadanya sebagai wali kota sampai akhir masa jabatan.

Tapi Komarudin mengingatkan, bahwa sebagai kader, Risma tak bisa menolak manakala PDIP memutuskan untuk menugaskannya sebagai calon gubernur Jakarta. “Kalau partai memerintahkan, tidak ada bilang tidak bisa. Pasti harus dilaksanakan,” ujar dia.

Saat ini PDI Perjuangan sedang menyeleksi 35 nama yang mendaftar sebagai calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya akan ada fit and proper test terkait faktor psikologis, kepemimpinan, daya juang, hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

“Masih diverifikasi sekarang. Nanti diserahkan ke DPP, baru kita lakukan proses psikotes dan wawancara,” urainya.

Dalam menyeleksi bakal calon, PDI Perjuangan tak hanya mengandalkan hasil survei tentang elektabilitas dan popularitas. Hal ini mengacu pada pengalaman PDIP dalam memenangkan sejumlah pemilihan kepada daerah. Salah satunya adalah memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Jokowi dan Ganjar yang sebelum pilkada digelar disebut memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) kecil ternyata bisa menang. Belajar dari pengalaman itulah PDI Perjuangan optimistis calon yang diajukan di Pilkada DKI bisa mengimbangi kandidat petahana, Ahok.

“Bahwa survei bukan satu-satunya parameter mengajukan calon. Bagi kami ketika ada partai politik yang mengandalkan survei elektabilitas dia akan terjebak pada pragmatisme,”  kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Stop Stigma “Dua Kaki”, saatnya Bicara Solusi untuk Rakyat

Oleh Ony Setyawan* DI TENGAH derasnya dinamika politik nasional, PDI Perjuangan kembali menjadi sorotan. Salah satu ...
KABAR CABANG

Selorejo Awali Musyawarah Ranting PDIP di Kabupaten Blitar, Guntur Wahono: Jadi Contoh Konsolidasi Partai

BLITAR – Perjuangan Kabupaten Blitar memulai Musyawarah Ranting (Musran) dari Kecamatan Selorejo yang menjadi ...
KABAR CABANG

Perkuat Struktur Partai, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Musran di 4 Kecamatan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan secara serentak menggelar ...
KRONIK

Ribuan Umat Hindu Hadiri Piodalan, Senduro Jadi Simbol Keberagaman di Lumajang

LUMAJANG – Menjaga kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui ajakan untuk saling menghormati, tetapi juga dengan ...
LEGISLATIF

Nila Yani Kawal Kepulangan Pekerja Migran di Gresik, Tegaskan Komitmen DPR RI Lindungi WNI

GRESIK – Kepulangan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik disambut langsung oleh Anggota ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, Bukan Area Parkir

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno minta trotoar dikembalika fungsinya sebagai ruang bagi ...