Jumat
30 Oktober 2026 | 8 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Tak Bisa Menolak Jika Ditugaskan Maju di Pilkada DKI

pdip-jatim-ilustrasi-logo-pilkada-dkiJAKARTA – PDI Perjuangan tidak menutup peluang kader-kader terbaiknya, bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Penugasan kepada kader partai sebagai calon kepala daerah di ibukota itu dimungkinkan, jika di antara para pendaftar tak ada yang memiliki elektabilitas tinggi.

Penugasan khusus itu, jelasnya, hanya berlaku bagi kader partai. Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, atau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Hampir semua kader PDI Perjuangan siap ditugaskan,” kata Komarudin Watubun, kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, komarudin tak memungkiri adanya peluang Risma menjadi penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. “Saya bilang politik itu kemungkinan. Bisa saja terjadi,” jelasnya.

Dia mengaku memahami alasan Risma, yang beberapa kali menyatakan secara terbuka bahwa dia menolak jika dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta. Kepada wartawan, Risma menyatakan punya tanggung jawab dan amanat yang diberikan warga Surabaya kepadanya sebagai wali kota sampai akhir masa jabatan.

Tapi Komarudin mengingatkan, bahwa sebagai kader, Risma tak bisa menolak manakala PDIP memutuskan untuk menugaskannya sebagai calon gubernur Jakarta. “Kalau partai memerintahkan, tidak ada bilang tidak bisa. Pasti harus dilaksanakan,” ujar dia.

Saat ini PDI Perjuangan sedang menyeleksi 35 nama yang mendaftar sebagai calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya akan ada fit and proper test terkait faktor psikologis, kepemimpinan, daya juang, hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

“Masih diverifikasi sekarang. Nanti diserahkan ke DPP, baru kita lakukan proses psikotes dan wawancara,” urainya.

Dalam menyeleksi bakal calon, PDI Perjuangan tak hanya mengandalkan hasil survei tentang elektabilitas dan popularitas. Hal ini mengacu pada pengalaman PDIP dalam memenangkan sejumlah pemilihan kepada daerah. Salah satunya adalah memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Jokowi dan Ganjar yang sebelum pilkada digelar disebut memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) kecil ternyata bisa menang. Belajar dari pengalaman itulah PDI Perjuangan optimistis calon yang diajukan di Pilkada DKI bisa mengimbangi kandidat petahana, Ahok.

“Bahwa survei bukan satu-satunya parameter mengajukan calon. Bagi kami ketika ada partai politik yang mengandalkan survei elektabilitas dia akan terjebak pada pragmatisme,”  kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...