oleh

Jokowi Minta Penggelaran Pasukan TNI Tak Lagi Jawasentris

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta agar gelar pasukan TNI memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris.

Jokowi berpendapat, sebagai negara kepulauan dengan rentang geografis luas, penempatan gelar pasukan TNI, khususnya di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, serta di titik selatan bagian timur dan barat, dirasa masih kurang.

Padahal, titik-titik tersebut bukan hanya wilayah terluar dan terdepan dari NKRI, tapi juga wilayah-wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi pusat-pusat penggerak dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam dua tahun terakhir, sebut Jokowi, percepatan pembangunan fokus untuk wilayah pinggiran, membangun kawasan timur, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia.

“Kita juga ingin pembangunan dilakukan lebih merata, sehingga mengatasi kesenjangan antar wilayah, terutama kawasan barat dengan kawasan timur Indonesia,” kata Jokowi, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, kemarin.

Dia meyakini, dengan pemerataan pembangunan antar wilayah, maka daerah-daerah di wilayah pinggiran, seperti Kepulauan Natuna di bagian barat, Kepulauan Miangas di utara, Biak-Merauke di sebelah timur, sampai Pulau Rote dan sekitarnya di sebelah selatan, akan tumbuh menjadi sentra-sentra ekonomi baru, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Jokowi menekankan, agar TNI lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas negara Indonesia sebagai negara kepulauan.

Presiden juga menekankan, agar rakyat di pinggiran merasakan kehadiran negara, sehingga mereka merasa semakin bermartabat, serta semakin bangga menjadi warga Indonesia.

Terkait itu, Jokowi memberikan waktu satu bulan kepada Panglima TNI untuk melakukan pendalaman dan memantapkan konsep gelar pasukan TNI. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, ini adalah hal yang strategis, baik untuk kepentingan pertahanan jangka panjang.

Menurutnya, presiden memberikan atensi penuh agar konsep gelar pasukan TNI memperhatikan perubahan paradigma pembangunan nasional yang tidak lagi bersifat Jawasentris, tapi harus Indonesiasentris itu, bisa diwujudkan dalam era pemerintahan sekarang ini.

“Negara yang seluas ini, tidak bisa dijaga hanya dari Jawa. Perlu ada tempat-tempat yang kemudian memperkuat, dan sekaligus juga ada semacam untuk menjaga kebhinnekaan,” jelas mantan Sekjen PDI Perjuangan ini. (goek)