Selasa
25 Agustus 2026 | 2 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Minta Mendikbud Evaluasi Sistem Zonasi PPDB

pdip-jatim-jokowi-runway-soetta

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengevaluasi sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Hal ini sebagai respon dan reaksi masyarakat yang keberatan terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi dalam PPDB tahun ajaran 2019.

Jokowi mengingatkan, bahwa setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda. “Sudah saya perintahkan kepada Menteri untuk dievaluasi karena antara kebijakan dan lapangan itu bisa berbeda gitu,” kata Jokowi menjawab wartawan usai meninjau progress pembangunan landasan pacu ketiga Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (21/6/2019).

Sebelumnya saat menghadiri penyerahan 3.200 sertifikat hak atas tanah di Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019), Jokowi mengakui sistem zonasi perlu dikaji ulang karena menimbulkan banyak masalah.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur pun menyoroti penerapan sistem zonasi dalam PPDB SMA/SMK.

Juru bicara Fraksi PDIP Gatot Supriyadi menegaskan pihaknya menyadari bahwa sistem ini bertujuan memeratakan kualitas pendidikan dan memperpendek jarak tempuh rumah dan sekolah.

“Sehingga, selain menurunkan ketimpangan pendidikan antar sekolah, siswa lebih rileks karena tidak kelelahan dalam perjalanan dan kemacetan berkurang,” katanya.

Namun, lanjut Gatot, pihaknya menilai persiapan dan antisipasi terhadap sistem zonasi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tidak meratanya lokasi sekolah dan minimnya jumlah sekolah negeri membuat banyak siswa justru merasakan ketidakadilan.

“Sebagian siswa juga telah belajar keras agar bisa masuk sekolah impian, bukan untuk bersaing dengan model sistem zonasi ini,” ujar Gatot.

Kondisi inilah yang menurut Gatot, justru membuat anak menjadi kecewa dan stress. Hal ini perlu diperhatikan dengan memberlakukan zonasi secara bertahap.

Sebagai alternatif solusi, Fraksi PDIP DPRD Jatim minta adanya penambahan kuota untuk prestasi dan kuota peserta anak didik.

“Selain itu, tahun depan harus dilakukan pemetaan lokasi sekolah dan memastikan agar distribusi lokasi dan kualitas sekolah benar merata,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Megawati Terharu Saksikan Visual Drone di Closing Ceremony Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Closing ceremony Final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (24/8/2026), ...
KRONIK

Soekarno Cup Jaga Rumput GBT, Panggung Penutupan Ditempatkan di Jogging Track

Soekarno Cup 2026 menempatkan panggung penutupan di jogging track GBT untuk menjaga rumput tetap prima dan ...
LEGISLATIF

Reses, Erix Maulana Siap Fasilitasi Persoalan Hukum Warga

BOJONEGORO – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buktikan Talenta Sepak Bola Bisa Lahir dari Lapangan Kampung

SURABAYA – Turnamen Soekarno Cup 2026 membuktikan pemain sepak bola berkualitas tidak hanya lahir dari akademi ...
KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...
KRONIK

Tari Kolosal Wonderful of East Java Meriahkan Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Penampilan tari kolosal bertajuk “Wonderful of East Java” turut memeriahkan closing ceremony laga Final ...