Senin
20 Juli 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: KMP Bukan Penghambat Besar

Jokowi-NU Jember

Jokowi-NU JemberJAKARTA – Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, Koalisi Merah Putih yang saat ini menguasai parlemen bukan penghambat besar dalam menjalankan program-program prioritasnya ke depan. Sebab, dia yakin program-programnya yang akan dijalankan bersama wapres terpilih Jusuf Kalla, akan didukung akyat.

“Pemerintahan baru di bawah Jokowi-JK optimistis pengelolaan negara tetap akan berjalan baik. Jadi jangan ada yang ragu,” tandas Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Jokowi mengakui adanya kemungkinan timbul masalah ketika harus berhadapan dengan DPR yang dikuasai Koalisi Merah Putih. Namun dia tetap yakin dapat mengatasi permasalahan tersebut.

“Paling pengesahan anggarannya saja yang lama. Itu ndak masalah. Ya, seperti di Jakarta saja. Kita hanya 11 persen di parlemen (DPRD DKI), tapi ndak ada sesuatu yang masalah,” ujarnya.

Dia menjamin bahwa keriuhan politik dengan lawan-lawannya tidak berimbas pada dunia investasi, terutama soal persepsi dunia usaha terhadap pemerintahan. Jokowi memastikan bahwa akan ada kebijakan pengaman yang dilakukan untuk mengantisipasi efek negatif dari manuver politik kubu KMP.

Kuncinya, jelas Jokowi, pemerintahannya akan melaksanakan program-program pro rakyat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat. Kalau itu yang dilakukan, tambah Jokowi, siapapun yang berusaha menghalangi program itu akan mendapatkan sorotan publik.

Hal itu sudah dia lakukan ketika menjadi Wali Kota Solo, dan Gubernur Jakarta. “Asalkan program itu untuk rakyat, ndak akan ada masalah. Di situ saja prinsipnya. Masa program baik untuk rakyat ditolak? Logikanya ndak ada seperti itu,” katanya.

Kepada wartawan, Jokowi juga menyatakan, saat ini pihaknya sudah menutup peluang partai politik lain yang ingin bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. Kesempatan yang pernah ditawarkan ke parpol di luar Koalisi Indonesia Hebat itu dinyatakan sudah kedaluwarsa.

“Pintu koalisi hari ini saya tutup. Tutup dulu biar nggak capek, besok-besok dibuka lagi,” kata Jokowi.

Ke depan sampai pelantikan Presiden-Wapres RI 2014-2019 pada 20Oktober, Jokowi akan memanfaatkannya untuk mematangkan sistem pemerintahannya.Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir pikirannya terfokus pada persoalan koalisi partai.

Dia juga merasa tidak kecewa jika tidak ada partai lagi yang bergabung dengan koalisi Indonesia Hebat. Selain itu, Jokowi tidak khawatir jika koalisi masih tetap seperti sekarang, yakni PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Suyatno Sosialisasi Perda Desa Wisata, Dorong Karang Taruna Panekan Optimalkan Potensi Daerah

MAGETAN – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Suyatno, menggelar ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...